Tampilkan postingan dengan label planets in our solar system. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label planets in our solar system. Tampilkan semua postingan
Selasa, 14 Maret 2017
Rahasia Si Cincin Saturnus
Baru-baru ini sekelompok peneliti berhasil mengukur kecerlangan dan temperatur cincin-cincin Saturnus secara lebih detil daripada sebelum-sebelumnya.
Cincin-cincin Saturnus dan salah satu bulannya, Mimas (kanan atas) dilihat dari wahana antariksa Cassini. (NASA/JPL-Caltech/Space Science Institute)
Jika kalian pergi keluar di malam tak berawan, tanpa teleskop kalian bisa melihat hingga lima planet. Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus dapat dilihat dengan mata telanjang. Planet-planet tersebut telah menarik perhatian orang selama ribuan tahun, terlebih ketika teleskop telah ditemukan sehingga cincin-cincin Saturnus yang spektakuler untuk pertama kalinya terlihat.
Empat ratus tahun kemudian foto-foto cincin Saturnus yang lebih detil dipotret oleh wahana antariksa Voyager yang mengunjungi planet tersebut pada tahun 1980-an. Foto-foto itu mengungkapkan bahwa sebetulnya Saturnus mempunyai beberapa cincin besar yang tersusun dari miliaran bongkahan es dan batu dengan berbagai ukuran, mulai dari bulir-bulir sebesar debu hingga partikel sebesar gunung.
Kini kita tahu bahwa Saturnus memiliki tujuh cincin besar, yang dipisahkan oleh celah-celah kosong yang disebut ‘divisi’. Tapi, pemahaman kita mengenai cincin Saturnus masih berevolusi. Baru-baru ini sekelompok peneliti berhasil mengukur kecerlangan dan temperatur cincin-cincin Saturnus secara lebih detil daripada sebelum-sebelumnya.
Mereka menemukan bahwa satu cincin tampaknya jauh lebih terang daripada dua cincin sebelahnya saat dilihat dalam citra termal, artinya cincin itu lebih panas. Anehnya, celah bernama ‘Divisi Cassini’ juga bersinar terang dalam citra-citra termal, menunjukkan bahwa celah ini tidak sekadar ruang kosong antar-cincin.
Kita menduga area ini lebih panas karena mengandung lebih sedikit partikel sehingga Matahari lebih mudah memanasi daerah tersebut. Selain itu, partikel-partikel di sana lebih gelap sehingga menyerap lebih banyak panas.
Di pihak lain, Divisi Cassini tampak kosong dalam citra-citra normal sementara cincin-cincin di dekatnya yang mempunyai lebih banyak partikel memantulkan lebih banyak cahaya matahari dan tampak lebih terang.
Kamis, 17 Mei 2012
waww....gerhana venus di bulan Mei
Astronomi memang senantiasa menarik, penuh misteri namun juga indah
dan membawa decak kagum bagi manusia Bumi. Berbagai peristiwa alam
menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Ada yang ingin tahu, ada
yang khawatir namun ada juga yang sangat antusias untuk mengabadikannya
dalam lensa kamera.
Setelah
bulan April kita diajak berburu meteor, di pertengahan bulan Mei ini
ada satu fenomena alam lainnya yang cukup menarik untuk diamati. Apa
itu? Nah, bagi orang astronomi, peristiwa ini dikenal sebagai peristiwa
okultasi atau peristiwa saat sebuah benda langit dilintasi benda langit
lainnya dan tak nampak oleh pengamat yang melihatnya.
Okultasi yang akan terjadi pada tanggal 16 Mei 2010 ini merupakan okultasi Venus oleh Bulan. Pada saat terjadi okultasi, Venus akan dilintasi piringan Bulan sehingga tidak nampak oleh para pengamat langit. Pada saat Venus menghilang itulah yang disebut okultasi. Kejadian ini oleh masyarakat awam juga dikenal sebagai Gerhana Venus. Tapi sebenarnya istilah gerhana ini tidak begitu tepat walau kondisinya memang hampir sama.
Dalam pergerakan benda-benda langit, ada saat dimana 3 benda langit atau lebih berada dalam posisi sejajar. Untuk kasus ketika Bumi dan 2 benda lainnya mengalami kesejajaran, Peristiwa seperti ini dikenal sebagai okultasi, Peristiwa mirip lainnya yakni transit merupakan peristiwa di saat sebuah benda langit dekat yang tampak lebih kecil melintasi piringan obyek jauh yang lebih besar, seperti transit Venus atau Merkurius ketika melintasi piringan Matahari. Peristiwa transit ini juga yang dipakai sebagai salah satu metode dalam pencarian planet di luar Tata Surya.
Peristiwa lainnya saat 3 benda langit berada pada posisi sejajar yang sangat dikenal masyarakat adalah gerhana yang merupakan peristiwa melintasnya sebuah obyek masuk ke dalam bayangan obyek lainnya. Dalam hal ini Bumi melintas memasuki bayangan Bulan saat Bulan sedang mengokultasi Matahari.
Namun untuk memudahkan istilah gerhana juga bisa dipakai untuk kasus terjadinya okultasi Venus oleh Bulan. Sehingga bisa disebut juga sebagai gerhana Venus. Gerhana Venus di tahun 2010 merupakan satu dari 4 peristiwa okultasi yang akan terjadi. Dan dari ke-4 okultasi tersebut 3 diantaranya merupakan okultasi Venus oleh Bulan pada tanggal 16 Mei, 11 September dan 5 November. Okultasi Venus tanggal 11 September dan 5 November tak dapat diamati dari Indonesia. Peristiwa okultasi lainnya merupakan okultasi Mars tanggal 6 Desember 2010. Dan yang menarik, selama abad 21 terjadi 37 kali okultasi Venus oleh Bulan, dengan peristiwa paling menarik terjadi pada tanggal 26 Desember 2057 pada saat okultasi venus oleh Bulan yang terjadi bersamaan dengan Gerhana Matahari sebagian yang dapat dilihat di Amerika Selatan dari benua Antartika.
Nah, untuk okultasi Venus di bulan Mei 2010 hanya area Afrika Utara, Timur Tengah dan Asia Tenggara yang bisa menikmati keindahan senja dengan perpaduan Venus dan Bulan. Pada tanggal 16 Mei, magnitudo Venus -3,9 cukup terang untuk dilihat tanpa bantuan alat.
Di Bandung, okultasi Venus 16 Mei 2010 akan dimulai pada pukul 18:50 wib dan Venus akan pelan-pelan menghilang di balik Bulan. Ia akan muncul kembali pada pukul 19:28 wib sedangkan puncak gerhana Venus terjadi pada pukul 19:10 wib. Sayangnya saat gerhana Venus berakhir, Bulan sudah berada di ufuk Barat untuk terbenam sehingga tidak dapat kita amati lagi.
Selamat mengamat dan memotret pasangan Venus dan Bulan di akhir pekan sobat :)
Okultasi planet Venus oleh Bulan pada tanggal 16 Mei 2010. Kredit : Stellarium
Okultasi yang akan terjadi pada tanggal 16 Mei 2010 ini merupakan okultasi Venus oleh Bulan. Pada saat terjadi okultasi, Venus akan dilintasi piringan Bulan sehingga tidak nampak oleh para pengamat langit. Pada saat Venus menghilang itulah yang disebut okultasi. Kejadian ini oleh masyarakat awam juga dikenal sebagai Gerhana Venus. Tapi sebenarnya istilah gerhana ini tidak begitu tepat walau kondisinya memang hampir sama.
Dalam pergerakan benda-benda langit, ada saat dimana 3 benda langit atau lebih berada dalam posisi sejajar. Untuk kasus ketika Bumi dan 2 benda lainnya mengalami kesejajaran, Peristiwa seperti ini dikenal sebagai okultasi, Peristiwa mirip lainnya yakni transit merupakan peristiwa di saat sebuah benda langit dekat yang tampak lebih kecil melintasi piringan obyek jauh yang lebih besar, seperti transit Venus atau Merkurius ketika melintasi piringan Matahari. Peristiwa transit ini juga yang dipakai sebagai salah satu metode dalam pencarian planet di luar Tata Surya.
Peristiwa lainnya saat 3 benda langit berada pada posisi sejajar yang sangat dikenal masyarakat adalah gerhana yang merupakan peristiwa melintasnya sebuah obyek masuk ke dalam bayangan obyek lainnya. Dalam hal ini Bumi melintas memasuki bayangan Bulan saat Bulan sedang mengokultasi Matahari.
Namun untuk memudahkan istilah gerhana juga bisa dipakai untuk kasus terjadinya okultasi Venus oleh Bulan. Sehingga bisa disebut juga sebagai gerhana Venus. Gerhana Venus di tahun 2010 merupakan satu dari 4 peristiwa okultasi yang akan terjadi. Dan dari ke-4 okultasi tersebut 3 diantaranya merupakan okultasi Venus oleh Bulan pada tanggal 16 Mei, 11 September dan 5 November. Okultasi Venus tanggal 11 September dan 5 November tak dapat diamati dari Indonesia. Peristiwa okultasi lainnya merupakan okultasi Mars tanggal 6 Desember 2010. Dan yang menarik, selama abad 21 terjadi 37 kali okultasi Venus oleh Bulan, dengan peristiwa paling menarik terjadi pada tanggal 26 Desember 2057 pada saat okultasi venus oleh Bulan yang terjadi bersamaan dengan Gerhana Matahari sebagian yang dapat dilihat di Amerika Selatan dari benua Antartika.
Nah, untuk okultasi Venus di bulan Mei 2010 hanya area Afrika Utara, Timur Tengah dan Asia Tenggara yang bisa menikmati keindahan senja dengan perpaduan Venus dan Bulan. Pada tanggal 16 Mei, magnitudo Venus -3,9 cukup terang untuk dilihat tanpa bantuan alat.
Di Bandung, okultasi Venus 16 Mei 2010 akan dimulai pada pukul 18:50 wib dan Venus akan pelan-pelan menghilang di balik Bulan. Ia akan muncul kembali pada pukul 19:28 wib sedangkan puncak gerhana Venus terjadi pada pukul 19:10 wib. Sayangnya saat gerhana Venus berakhir, Bulan sudah berada di ufuk Barat untuk terbenam sehingga tidak dapat kita amati lagi.
Selamat mengamat dan memotret pasangan Venus dan Bulan di akhir pekan sobat :)
indahnya transit venus 2012
Planet-planet mengitari Matahari dan itulah yang dilakukan Bumi dan
Venus. Khususnya Venus, tahun ini si bintang fajar ini akan menjadi
pusat perhatian astronom seluruh dunia.
Tepatnya
tanggal 6 Juni 2012, Venus akan melintasi piringan Matahari dan
masyarakat Bumi bisa melihat sang bintang fajar laksana noktah hitam
yang melintasi “piringan Matahari”
Peristiwa tersebut dikenal sebagai Transit Venus.
Apa itu Transit Venus?
Peristiwa ketika planet venus melintasi piringan Matahari ini mirip dengan peristiwa gerhana Matahari oleh Bulan. Kalau Gerhana Matahari terjadi ketika Matahari – Bulan – Bumi, dengan Bulan berada di antara Matahari dan Bumi dalam posisi sejajar.
Nah untuk transit venus, planet venus akan berada di antara di antara Matahari dan Bumi. Tapi, meskipun ukuran Venus hampir sama dengan Bumi (ingat! Venus dan Bumi itu sempat dibilang planet kembar juga!), jaraknya yang sangat jauh menyebabkan kita hanya melihat Venus seperti titik yang melintasi piringan Matahari. Kalau di Gerhana Matahari, Bulan yang melintas tampak menutupi seluruh permukaan Matahari karen jarak Bulan jauh lebih dekat ke Bumi dibanding Venus.
Venus, bintang kejora yang kerap menghiasi langit fajar atau senja ini bergerak mengitari Matahari setiap 224 hari dengan kemiringan orbit 3,4º terhadap Bumi. Artinya, ketika Venus melintas di antara Bumi dan Matahari, ia tidak selalu berada “sejajar” dengan Bumi dan tidak setiap saat ia melintas kita bisa melihat transit.
Ketika terjadi konjungsi inferior atau saat venus melintas di antara Matahari dan Bumi, ia seringkali berada “di atas” atau “di bawah” Matahari, sebagai akibat kemiringan orbitnya terhadap Bumi tadi. Transit baru akan terjadi, ketika Venus melintas di Matahari – Bumi di nodes atau di area titik potong orbit Bumi dan Venus. Pada posisi ini, Matahari – Venus – Bumi akan berada “sejajar” sehingga pengamat di Bumi akan dapat melihat planet Venus melintasi piringan Matahari.
Siklus Transit
Transit Venus terjadi dengan pola yang berulang setiap 243 tahun sekali. Polanya, dua transit terjadi dengan rentang waktu 8 tahun, transit berikutnya terjadi 121,5 tahun kemudian, dan ada selang 8 tahun untuk transit berikutnya dan kemudian ada rentang waktu 105,5 tahun ke transit berikutnya. Setelah itu polanya kembali berulang.
Gambaran sederhana 1 siklus Transit Venus:
Mengapa siklusnya 243 tahun sekali? Ini dikarenakan Bumi dan Venus baru akan kembali bertemu di titik yang hampir pada orbitnya masing-masing dalam rentang waktu 243 tahun Bumi. Tapi, pola 105,5 , 8 , 121,5 dan 8 tahun bukanlah satu-satunya pola yang mungkin dalam siklus 243 tahun tersebut. Pada tahun 1518, pola transitnya justru 8, 113,5 , dan 121,5 tahun. Pola yang ada sekarang akan terus berlanjut sampai dengan tahun 2846 dan kemudian akan ada pola baru yakni 105,5 , 129,5 dan 8 tahun. Transit yang kita amati saat ini merupakan transit terakhir dari pasangan 2004/2012 dan transit berikutnya baru akan terjadi 2117/2125. Sedangkan sebelum tahun 2004, transit terjadi pada 1874/1882.
Mengapa Transit Venus Penting?
Pertanyaan ini tentunya menghiasi benak kita, apa sih pentingnya Transit Venus sampai harus diamati. Bukankah kita hanya melihat sebuah titik hitam lewat di “depan” Matahari?
Di era tahun 1700-an, masalah terbesar dalam astronomi adalah penentuan jarak rata-rata Matahari – Bumi yang digunakan untuk konstanta fundamental di sistem heliosentris yang diajukan Copernicus. Selain itu, transit Venus di tahun 1700-an memberikan petunjuk awal keberadaan atmosfer di bintang senja itu.
Kalau sekarang, penentuan jarak antara kita dan benda langit dilakukan menggunakan radar. Tapi di masa lalu, radar itu seperti apa mungkin orang tidak bisa membayangkannya. Pada masa itu, untuk menentukan jarak suatu benda langit maka dibutuhkan perhitungan trigonometri untuk mengetahui konstanta Satuan Astronomi (SA) – atau jarak Bumi – Matahari.
Di tahun 1677, astronom Inggris Edmund Halley mengajukan ide untuk pengamatan Transit Venus dan ia juga memberikan ide untuk metode penentuan paralaks menggunakan geometri dengan memanfaatkan Transit Venus yang terjadi pada tahun 1761 dan 1769. Meskipun Halley meninggal 19 tahun sebelum Transit Venus 1761, para ilmuwan ternyata masih tetap mengikuti ide yang diberikan Halley. Berbagai upaya dilakukan untuk melakukan perjalanan pengamatan Transit Venus yang di Tahun 1761, lokasi pengamatan yang baik berada di Hindia Belanda. Pada masa itu, pengamatan Venus juga dilakukan di Hindia Belanda tepatnya di Batavia yang dibantu oleh Pdt. Johann Mohr yang kemudian hasil pengamatan itu dikontribusikan dalam laporan yang dikirim ke Belanda.
Hasil pengamatan Transit Venus 1761 memberikan hasil jarak Matahari – Bumi sekitar 95 juta mil / 152887680 km (atau cukup dekat dengan perhitungan saat ini 92,955,807.267 mil (149,597,870.691 km). Dan dalam pengamatan tahun 1761 itu juga para pengamat melihat sesuatu yang aneh di Venus. Yang mereka lihat adalah lingkaran halo yang mengelilingi titik hitam Venus yang kemudian disimpulkan merupakan atmosfer. Dan ternyata dugaan itu tidak salah karena Venus memiliki atmosfer yang disusun oleh karbondioksida dan awan asam sulfat.
Pertanyaan berikutnya, apa pentingnya Transit Venus saat ini? Bukankah jarak Matahari – Bumi sudah diketahui?
Transit Venus dan Exoplanet
Bagi para astronom masa kini, Transit Venus masih sangat penting karena transit planet merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menemukan planet extrasolar yang berada di bintang lain.
Seperti kita ketahui, planet extrasolar itu letaknya sangat jauh dan sangat redup untuk bisa diamati secara langsung. Tapi, kalau ada obyek yang melintas di “wajah” bintang yang berhadapan dengan kita (transit) maka si obyek itu akan menghalangi sedikit cahaya bintang. Nah, peristiwa ketika bintang meredup sejenak atau mengedip inilah yang dideteksi oleh para astronom untuk mengetahui kalau bintang itu punya planet. Selain untuk menentukan keberadaan planet, hasil analisa cahaya bintang juga dapat digunakan untuk mengetahui ukuran, temperatur dan komposisi atmosfer si planet.
Transit Venus tahun 2012 merupakan kesempatan bagi para astronom untuk “berlatih” melacak perubahan optis yang terjadi selama transit. Transit Venus tidak hanya penting bagi para astronom. Bagi publik, Transit Venus juga menjadi kesempatan untuk mengenal astronomi dan bagi para penggemar astronomi ini kesempatan langka untuk melihat Venus melintasi Matahari. Bagi para guru dan siswa, Transit Venus justru menjadi kesempatan untuk mengenal sains dari dekat tidak hanya satu bidang yakni astronomi tapi juga matematik dengan melakukan perhitungan ulang jarak Matahari – Bumi.
Transit Venus 2012
Setelah transit Venus tahun 2004, transit terakhir dari pasangan ini terjadi di tahun 2012 atau tepatnya tanggal 5 / 6 Juni 2012 (bergantung zona waktu).Transit Venus akan dapat diamati selama 6 jam dari berbagai lokasi di dunia namun tempat terbaik bagi pengamatan Transit Venus adalah di Samudera Pasifik. Tapi buat penduduk di area Pasifik, Asia Timur dan di atas Lingkaran Artik, keseluruhan transit akan dapat diamati (dari awal sampai akhir). Bagaimana dengan indonesia?
Indonesia secara umum akan dapat melihat Transit Venus sejak Matahari terbit. Tapi, wilayah Indonesia bagian Barat dan sebagian wilayah Indonesia bagian tengah tidak akan dapat menikmati transit venus dari awal karena ketika Matahari terbit, Venus sudah masuk piringan Matahari atau Matahari terbit bersamaan dengan terjadinya transit.
Lokasi terbaik untuk mengamati transit Venus 2012 di Indonesia adalah di wilayah Indonesia bagian Timur dan sebagaian wilayah Indonesia bagian tengah, karena Matahari terbit lebih dahulu barulah Venus mulai proses transit. (lihat peta untuk lebih jelasnya
Daftar Kontak Transit Venus:
Foto Transit Venus 2004. Kredit : Tonk at CloudyNights
Peristiwa tersebut dikenal sebagai Transit Venus.
Apa itu Transit Venus?
Peristiwa ketika planet venus melintasi piringan Matahari ini mirip dengan peristiwa gerhana Matahari oleh Bulan. Kalau Gerhana Matahari terjadi ketika Matahari – Bulan – Bumi, dengan Bulan berada di antara Matahari dan Bumi dalam posisi sejajar.
Nah untuk transit venus, planet venus akan berada di antara di antara Matahari dan Bumi. Tapi, meskipun ukuran Venus hampir sama dengan Bumi (ingat! Venus dan Bumi itu sempat dibilang planet kembar juga!), jaraknya yang sangat jauh menyebabkan kita hanya melihat Venus seperti titik yang melintasi piringan Matahari. Kalau di Gerhana Matahari, Bulan yang melintas tampak menutupi seluruh permukaan Matahari karen jarak Bulan jauh lebih dekat ke Bumi dibanding Venus.
Venus, bintang kejora yang kerap menghiasi langit fajar atau senja ini bergerak mengitari Matahari setiap 224 hari dengan kemiringan orbit 3,4º terhadap Bumi. Artinya, ketika Venus melintas di antara Bumi dan Matahari, ia tidak selalu berada “sejajar” dengan Bumi dan tidak setiap saat ia melintas kita bisa melihat transit.
Ketika terjadi konjungsi inferior atau saat venus melintas di antara Matahari dan Bumi, ia seringkali berada “di atas” atau “di bawah” Matahari, sebagai akibat kemiringan orbitnya terhadap Bumi tadi. Transit baru akan terjadi, ketika Venus melintas di Matahari – Bumi di nodes atau di area titik potong orbit Bumi dan Venus. Pada posisi ini, Matahari – Venus – Bumi akan berada “sejajar” sehingga pengamat di Bumi akan dapat melihat planet Venus melintasi piringan Matahari.
Superkonjungsi Venus.
Transit Venus terjadi dengan pola yang berulang setiap 243 tahun sekali. Polanya, dua transit terjadi dengan rentang waktu 8 tahun, transit berikutnya terjadi 121,5 tahun kemudian, dan ada selang 8 tahun untuk transit berikutnya dan kemudian ada rentang waktu 105,5 tahun ke transit berikutnya. Setelah itu polanya kembali berulang.
Gambaran sederhana 1 siklus Transit Venus:
Dari transit A ke B butuh 8 tahunTransit berikutnya akan mengulang selang waktu atau pola di atas.
Dari transit B ke C butuh 121,5 tahun
Dari transit C ke D butuh 8 tahun
Dari Transit D ke E butuh 105,5 tahun
Mengapa siklusnya 243 tahun sekali? Ini dikarenakan Bumi dan Venus baru akan kembali bertemu di titik yang hampir pada orbitnya masing-masing dalam rentang waktu 243 tahun Bumi. Tapi, pola 105,5 , 8 , 121,5 dan 8 tahun bukanlah satu-satunya pola yang mungkin dalam siklus 243 tahun tersebut. Pada tahun 1518, pola transitnya justru 8, 113,5 , dan 121,5 tahun. Pola yang ada sekarang akan terus berlanjut sampai dengan tahun 2846 dan kemudian akan ada pola baru yakni 105,5 , 129,5 dan 8 tahun. Transit yang kita amati saat ini merupakan transit terakhir dari pasangan 2004/2012 dan transit berikutnya baru akan terjadi 2117/2125. Sedangkan sebelum tahun 2004, transit terjadi pada 1874/1882.
Mengapa Transit Venus Penting?
Pertanyaan ini tentunya menghiasi benak kita, apa sih pentingnya Transit Venus sampai harus diamati. Bukankah kita hanya melihat sebuah titik hitam lewat di “depan” Matahari?
Di era tahun 1700-an, masalah terbesar dalam astronomi adalah penentuan jarak rata-rata Matahari – Bumi yang digunakan untuk konstanta fundamental di sistem heliosentris yang diajukan Copernicus. Selain itu, transit Venus di tahun 1700-an memberikan petunjuk awal keberadaan atmosfer di bintang senja itu.
Kalau sekarang, penentuan jarak antara kita dan benda langit dilakukan menggunakan radar. Tapi di masa lalu, radar itu seperti apa mungkin orang tidak bisa membayangkannya. Pada masa itu, untuk menentukan jarak suatu benda langit maka dibutuhkan perhitungan trigonometri untuk mengetahui konstanta Satuan Astronomi (SA) – atau jarak Bumi – Matahari.
Di tahun 1677, astronom Inggris Edmund Halley mengajukan ide untuk pengamatan Transit Venus dan ia juga memberikan ide untuk metode penentuan paralaks menggunakan geometri dengan memanfaatkan Transit Venus yang terjadi pada tahun 1761 dan 1769. Meskipun Halley meninggal 19 tahun sebelum Transit Venus 1761, para ilmuwan ternyata masih tetap mengikuti ide yang diberikan Halley. Berbagai upaya dilakukan untuk melakukan perjalanan pengamatan Transit Venus yang di Tahun 1761, lokasi pengamatan yang baik berada di Hindia Belanda. Pada masa itu, pengamatan Venus juga dilakukan di Hindia Belanda tepatnya di Batavia yang dibantu oleh Pdt. Johann Mohr yang kemudian hasil pengamatan itu dikontribusikan dalam laporan yang dikirim ke Belanda.
Hasil pengamatan Transit Venus 1761 memberikan hasil jarak Matahari – Bumi sekitar 95 juta mil / 152887680 km (atau cukup dekat dengan perhitungan saat ini 92,955,807.267 mil (149,597,870.691 km). Dan dalam pengamatan tahun 1761 itu juga para pengamat melihat sesuatu yang aneh di Venus. Yang mereka lihat adalah lingkaran halo yang mengelilingi titik hitam Venus yang kemudian disimpulkan merupakan atmosfer. Dan ternyata dugaan itu tidak salah karena Venus memiliki atmosfer yang disusun oleh karbondioksida dan awan asam sulfat.
Pertanyaan berikutnya, apa pentingnya Transit Venus saat ini? Bukankah jarak Matahari – Bumi sudah diketahui?
Transit Venus dan Exoplanet
Bagi para astronom masa kini, Transit Venus masih sangat penting karena transit planet merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menemukan planet extrasolar yang berada di bintang lain.
Seperti kita ketahui, planet extrasolar itu letaknya sangat jauh dan sangat redup untuk bisa diamati secara langsung. Tapi, kalau ada obyek yang melintas di “wajah” bintang yang berhadapan dengan kita (transit) maka si obyek itu akan menghalangi sedikit cahaya bintang. Nah, peristiwa ketika bintang meredup sejenak atau mengedip inilah yang dideteksi oleh para astronom untuk mengetahui kalau bintang itu punya planet. Selain untuk menentukan keberadaan planet, hasil analisa cahaya bintang juga dapat digunakan untuk mengetahui ukuran, temperatur dan komposisi atmosfer si planet.
Transit Venus tahun 2012 merupakan kesempatan bagi para astronom untuk “berlatih” melacak perubahan optis yang terjadi selama transit. Transit Venus tidak hanya penting bagi para astronom. Bagi publik, Transit Venus juga menjadi kesempatan untuk mengenal astronomi dan bagi para penggemar astronomi ini kesempatan langka untuk melihat Venus melintasi Matahari. Bagi para guru dan siswa, Transit Venus justru menjadi kesempatan untuk mengenal sains dari dekat tidak hanya satu bidang yakni astronomi tapi juga matematik dengan melakukan perhitungan ulang jarak Matahari – Bumi.
Transit Venus 2012
Setelah transit Venus tahun 2004, transit terakhir dari pasangan ini terjadi di tahun 2012 atau tepatnya tanggal 5 / 6 Juni 2012 (bergantung zona waktu).Transit Venus akan dapat diamati selama 6 jam dari berbagai lokasi di dunia namun tempat terbaik bagi pengamatan Transit Venus adalah di Samudera Pasifik. Tapi buat penduduk di area Pasifik, Asia Timur dan di atas Lingkaran Artik, keseluruhan transit akan dapat diamati (dari awal sampai akhir). Bagaimana dengan indonesia?
Indonesia secara umum akan dapat melihat Transit Venus sejak Matahari terbit. Tapi, wilayah Indonesia bagian Barat dan sebagian wilayah Indonesia bagian tengah tidak akan dapat menikmati transit venus dari awal karena ketika Matahari terbit, Venus sudah masuk piringan Matahari atau Matahari terbit bersamaan dengan terjadinya transit.
Lokasi terbaik untuk mengamati transit Venus 2012 di Indonesia adalah di wilayah Indonesia bagian Timur dan sebagaian wilayah Indonesia bagian tengah, karena Matahari terbit lebih dahulu barulah Venus mulai proses transit. (lihat peta untuk lebih jelasnya
Daftar Kontak Transit Venus:
Untuk waktu Indonesia Bagian Barat:
Kontak 1 : 05:09:38 wib
Kontak 2 : 05:27:34 wib
Puncak : 08:29:36 wib
Kontak 3 : 11:31:39 wib
Kontak 4 : 11:49:35 wib
Untuk waktu Indonesia Bagian Tengah:
Kontak 1 : 06:09:38 wita
Kontak 2 : 06:27:34 wita
Puncak : 09:29:36 wita
Kontak 3 : 12:31:39 wita
Kontak 4 : 12:49:35 wita
Untuk waktu Indonesia Bagian Timur:
Kontak 1 : 07:09:38 wit
Kontak 2 : 07:27:34 wit
Puncak : 10:29:36 wit
Kontak 3 : 13:31:39 wit
Kontak 4 : 13:49:35 wit
Sabtu, 10 Maret 2012
olympus mons dan valles marineris
apa yang kamu bayangin kalau ada orang lagi ngomongin olympus mons?
pasti besar, tinggi dan ada di planet yang sudah terkenal dimana - mana (Mars)
tahukah kalian?
Olympus Mons itu gunungnya tinggi banget. kalau kalian menumpuk tiga buah Mount Everest, masih kalah tinggi dah sama OLympus Mons.
mau kenalan sama olympus mons? yuk, ikutin terus postingan ini
Olympus Mons, adalah gunung terbesar planet Mars yang juga merupakan gunung terbesar di tatasurya (Solar System) kita. Gunung ini menjulang dengan tinggi mencapai 27 km dan memiliki diameter 550 km. Pada bagian kakinya, Olympus Mons di kelilingi oleh tebing terjal dengan ketinggian minimum 6 km. Pada bagian puncaknya, gunung ini memiliki kawah berdiameter 85 km.
rendahnya gravitasi Mars akibat ukurannya yang kecil dan tidak adanya aktivitas tektonik lempeng yang membuat gunung-gunung di sana demikian tinggi menjulang. Karena tidak adanya aktivitas tektonik, maka dapur magma akan selalu mengeluarkan lava pada titik yang sama. Dengan begitu, gunung yang terbentuk semakin tinggi. Di Bumi karena adanya pergerakan aktivitas tektonik mengakibatkan gunung yang terbentuk tidak begitu tinggi dan muncul pegunungan. Bila dibandingkan dengan gunung-gunung api di Bumi, kebanyakan gunung api di Mars mirip dengan gunung api perisai di Kepulauan Hawaii namun berukuran jauh lebih besar.
Seperti halnya daerah pegunungan yang memiliki ngarai, di Mars pun terdapat ngarai besar dan alur permukaan yang berasal dari sungai purba dan bekas banjir bandang. Ngarai terbesar di Mars dinamakan Valles Marineris dengan panjang 4.000 kilometer dan dalam 2-7 kilometer. Berada di sebelah timur dataran Tharsis, seperti halnya dataran tinggi Tharsis dan gunung api, ngarai itu terbentuk akibat terangkatnya sebagian kerak Mars.
Proses pembentukan Valles Marineris itu disertai dengan longsornya lereng rekahan dan air yang berasal dari dalam Mars meresap melalui celah dinding rekahan sehingga terjadi proses pelongsoran tebing. Akibatnya, rekahan yang terbentuk menjadi sangat lebar. Bahwa Mars pernah terdapat kelimpahan air bisa dilihat dari adanya alur bekas sungai kering di ujung Valles Marineris.
Berbagai penelitian mencoba menjawab ada di mana air yang dulu pernah ada di Mars, sekarang ini. Ternyata selain membeku di tudung kutubnya, air beku terperangkap di batuan-batuan Mars. Penelitian terinci mengenai dataran tinggi, gunung, dan ngarai akan membantu memahami struktur bagian dalam Mars.
pasti besar, tinggi dan ada di planet yang sudah terkenal dimana - mana (Mars)
tahukah kalian?
Olympus Mons itu gunungnya tinggi banget. kalau kalian menumpuk tiga buah Mount Everest, masih kalah tinggi dah sama OLympus Mons.
mau kenalan sama olympus mons? yuk, ikutin terus postingan ini
Olympus Mons, adalah gunung terbesar planet Mars yang juga merupakan gunung terbesar di tatasurya (Solar System) kita. Gunung ini menjulang dengan tinggi mencapai 27 km dan memiliki diameter 550 km. Pada bagian kakinya, Olympus Mons di kelilingi oleh tebing terjal dengan ketinggian minimum 6 km. Pada bagian puncaknya, gunung ini memiliki kawah berdiameter 85 km.
kalau kita liat di peta aslinya mars, letak olympus mons tuh di sini nih :
rendahnya gravitasi Mars akibat ukurannya yang kecil dan tidak adanya aktivitas tektonik lempeng yang membuat gunung-gunung di sana demikian tinggi menjulang. Karena tidak adanya aktivitas tektonik, maka dapur magma akan selalu mengeluarkan lava pada titik yang sama. Dengan begitu, gunung yang terbentuk semakin tinggi. Di Bumi karena adanya pergerakan aktivitas tektonik mengakibatkan gunung yang terbentuk tidak begitu tinggi dan muncul pegunungan. Bila dibandingkan dengan gunung-gunung api di Bumi, kebanyakan gunung api di Mars mirip dengan gunung api perisai di Kepulauan Hawaii namun berukuran jauh lebih besar.
Seperti halnya daerah pegunungan yang memiliki ngarai, di Mars pun terdapat ngarai besar dan alur permukaan yang berasal dari sungai purba dan bekas banjir bandang. Ngarai terbesar di Mars dinamakan Valles Marineris dengan panjang 4.000 kilometer dan dalam 2-7 kilometer. Berada di sebelah timur dataran Tharsis, seperti halnya dataran tinggi Tharsis dan gunung api, ngarai itu terbentuk akibat terangkatnya sebagian kerak Mars.
Proses pembentukan Valles Marineris itu disertai dengan longsornya lereng rekahan dan air yang berasal dari dalam Mars meresap melalui celah dinding rekahan sehingga terjadi proses pelongsoran tebing. Akibatnya, rekahan yang terbentuk menjadi sangat lebar. Bahwa Mars pernah terdapat kelimpahan air bisa dilihat dari adanya alur bekas sungai kering di ujung Valles Marineris.
Berbagai penelitian mencoba menjawab ada di mana air yang dulu pernah ada di Mars, sekarang ini. Ternyata selain membeku di tudung kutubnya, air beku terperangkap di batuan-batuan Mars. Penelitian terinci mengenai dataran tinggi, gunung, dan ngarai akan membantu memahami struktur bagian dalam Mars.
wah...mars aja udah kayak gitu yah. gimana sama planet lain?
yang penting intinya, kita harus bersyukur sama Tuhan karena udah di kasih tata surya yang indahnya wauu...
udah dulu ya postingan tentang indahnya mars dengan gunung dan lembahnya.
salam astro ^__^
Minggu, 26 Februari 2012
oposisi mars tahun 2012...
| Konfigurasi Matahari, Bumi dan Mars ketika Oposisi Mars |
Lebih dari 2200 tahun lalu, seorang astronom dan matematikawan Yunani bernama Aristarchus menjadi manusia pertama yang menggagas bahwa Matahari adalah pusat alam semesta (dalam konteks waktu itu pengertian alam semesta masih sebatas tata surya), dimana planet - planet mengitarinya.
Kemudian lebih dari 400 tahun lalu, Johannes Kepler menjabarkan data yang diperoleh dari pengamatan Tycho Brake bahwa orbit planet berbentuk elips (Hukum Kepler I) dan periode orbit planet sebanding dengan jaraknya terhadap Matahari (Hukum Kepler III).
Dari hasil pemikiran yang telah diakui kebenarannya tersebut, dapat disimpulkan bahwa planet - planet mengitari Matahari dalam orbit berbentuk elips, dimana semakin jauh suatu planet tersebut (dari Matahari) maka makin lama periode orbitnya.
Dengan begitu dapat difahami karena merupakan planet yang lebih dekat dengan Matahari, maka Bumi akan lebih cepat berevolusi dibanding planet luar seperti Mars.
Dalam selang 26 bulan sekali, Bumi akan menyalip Mars dan pada saat itu Matahari, Bumi dan Mars akan segaris berurutan yang dikenal sebagai oposisi Mars.
Pada waktu sekitar oposisi, Mars pun akan berada pada jarak yang relatif lebih dekat terhadap Bumi. Meski demikian, disetiap oposisinya jarak Bumi dan Mars tidak akan selalu tepat sama. Hal tersebut diakibatkan orbit Mars yang sedikit lebih lonjong dibanding orbit Bumi.
Akibat dari jarak Mars yang relatif lebih dekat dibanding biasanya, maka Mars akan terlihat lebih terang dan sedikit lebih besar (diameter sudutnya) jika dilihat waktu malam di Bumi.
Dan karena waktu itu kedua planet berpelurus, maka Mars akan dapat diamati sepanjang malam. Mars akan terbit di timur waktu Matahari tenggelam, berada di meridian waktu tengah malam, dan tenggelam di barat waktu Matahari terbit.
Di tahun 2012, tepatnya pada 03 Maret 2012, planet Bumi kembali akan menyalip planet merah Mars dan Matahari, Bumi serta Mars kembali akan segaris berurutan. Oposisi Mars pun akan terjadi lagi setelah terakhir terjadi pada 29 Januari 2010.
| Mars Terbit di Langit Timur (Sumber: Stellarium) |
Pada waktu oposisi, Mars akan terlihat seperti bintang merah terang dengan magnitudo -1,23 dengan latar rasi Leo.
Selang dua hari setelah oposisi atau tepatnya pada 5 Maret 2012, Mars akan berada pada jarak terdekatnya terhadap Bumi. Pada jarak sekitar 0.677 SA atau sebanding 100.78 juta km, Mars akan terlihat dengan diameter sudut 13.89”.
Setelah selang beberapa minggu setelah oposisi, Mars akan terlihat makin meredup dan sedikit mengecil. Mars perlahan bergeser ke arah barat setiap harinya, kemudian tengelam dan setelah itu terbit lagi kala fajar tiba, hingga nanti terjadilah oposisi Mars berikutnya pada 8 April 2014.
Untuk mengamatinya Mars yang tengah oposisi sangat mudah, karena dapat diamati dengan atau tanpa alat bantu seperti binokuler ataupun teleskop.
Dengan mata, pengamat akan melihat planet Mars sebagai bintang merah terang. Sedangkan jika dengan alat bantu pengamat akan melihat Mars yang tengah purnama bahkan mungkin salju putih di kutubnya.
Selepas senja hingga menjelang tengah malam Mars akan berada di langit timur, sekitar tengah malam Mars akan berada di meridian atau tepat diatas kepala dan selepas tengah malam hingga fajar tiba Mars akan berada di langit barat.
Selasa, 15 November 2011
wah...ternyata bumi udah di rancang dengan sempurna
Salah satu temuan mutakhir di dunia sains yang menjadi buah bibir di kalangan ilmuan adalah apa yang disebut prinsip antropis. Prinsip ini mengungkapkan bahwa setiap detail yang terdapat di alam semesta telah dirancang dengan ketepatan yang sempurna untuk memungkinkan manusia hidup. Contoh kecil dari prinsip antropis ini dapat kita temukan pada fakta-fakta yang berkaitan dengan keberadaan bumi. Dalam hal ini, seorang astronom Amerika Hugh Ross dalam bukunya yang berjudul The Fingerprint of God, Recent Scientific Discoveries Reveal the Unmistakable Identitiy of the creator telah membuat daftarnya sendiri sebagai berikut.

1. Jarak bumi dengan matahari
Jarak matahari ke bumi adalah 149.669.000 kilometer (atau 93.000.000 mil). Jarak ini dikenal sebagai satuan astronomi dan biasa dibulatkan (untuk penyederhanaan hitungan) menjadi 148 juta km. Dibandingkan dengan bumi, diameter matahari kira-kira 112 kalinya. Gaya tarik matahari kira-kira 30 kali gaya tarik bumi. Sinar matahari menempuh masa delapan menit untuk sampai ke Bumi.

-Jika lebih jauh: planet bumi akan terlalu dingin bagi siklus air yang stabil
-Jika lebih dekat: planet bumi akan terlalu panas bagi siklus air yang stabil
2. Gravitasi di permukaan bumi
Gravitasi permukaan dari sebuah obyek astronomi (planet, bintang, dll.) adalah percepatan gravitasi yang berlaku pada permukaan obyek tersebut. Gravitasi permukaan bergantung pada massa dan radius obyek tersebut. Seringkali gravitasi permukaan dinyatakan sebagai rasio dengan harga yang berlaku di Bumi.
-Jika lebih kuat: atmosfer bumi akan menahan terlalu banyak gas beracun (amoniak dan methana)
-Jika lebih lemah: atmosfer bumi akan terlalu tipis karena banyak kehilangan udara
3. Periode rotasi bumi
Rotasi Bumi merujuk pada gerakan berputar planet Bumi pada sumbunya dan gerakan di orbitnya mengelilingi matahari.
Masa rotasi Bumi pada sumbunya dalam dalam hubungannya dengan bintang ialah 23 jam, 56 menit dan 4.091 detik. Masa rotasi dalam kaitannya dengan matahari ialah 24 jam.

-Jika lebih lama: perbedaan suhu pada siang dan malam hari terlalu besar
-Jika lebih cepat: kecepatan angin pada atmosfer terlalu tinggi
4. Albedo
Albedo merupakan sebuah besaran yang menggambarkan perbandingan antara sinar matahari yang tiba di permukaan bumi dan yang dipantulkan kembali ke angkasa dengan terjadi perubahan panjang gelombang (outgoing longwave radiation). Perbedaan panjang gelombang antara yang datang dan yang dipantulkan dapat dikaitkan dengan seberapa besar energi matahari yang diserap oleh permukaan bumi.

-Jika lebih besar: Zaman es tak terkendali akan terjadi
-Jika lebih kecil: efek rumah kaca tak terkendali akan terjadi
5. Aktivitas gempa
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.

-Jika lebih besar: terlalu banyak makhluk hidup binasa
-Jika lebih kecil: bahan makanan dasar laut tidak akan didaur ulang ke daratan melalui pengangkatan tektonik
6. Ketebalan kerak bumi
Kerak bumi adalah lapisan terluar Bumi yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu kerak samudra dan kerak benua. Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar 5-10 km sedangkan kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 20-70 km. Penyusun kerak samudra yang utama adalah batuan basalt, sedangkan batuan penyusun kerak benua yang utama adalah granit, yang tidak sepadat batuan basalt.
Kerak bumi dan sebagian mantel bumi membentuk lapisan litosfer dengan ketebalan total kurang lebih 80 km.

-Jika lebih tebal: terlalu banyak oksigen berpidah dari atmosfer ke kerak bumi
-Jika lebih tipis: aktivitas tektonik dan vulkanik akan terlalu besar
7. Medan magnet bumi
Magnetosfer Bumi adalah suatu daerah di angkasa yang bentuknya ditentukan oleh luasnya medan magnet internal Bumi, plasma angin matahari, dan medan magnet antarplanet. Di magnetosfer, campuran ion-ion dan elektron-elektron bebas baik dari angin matahari maupun ionosfir bumi dibatasi oleh gaya magnet dan listrik yang lebih kuat daripada gravitasi dan tumbukan.

-Jika lebih kuat: badai elektromagnetik akan terlalu merusak
-Jika lebih lemah: kurangnya perlindungan dari radiasi berbahaya yang berasal dari luar angkasa
8. Interaksi gravitasi dengan bulan
Bulan yang ditarik oleh gaya gravitasi Bumi tidak jatuh ke Bumi disebabkan oleh gaya sentrifugal yang timbul dari orbit Bulan mengelilingi bumi. Besarnya gaya sentrifugal Bulan adalah sedikit lebih besar dari gaya tarik menarik antara gravitasi Bumi dan Bulan. Hal ini menyebabkan Bulan semakin menjauh dari bumi dengan kecepatan sekitar 3,8cm/tahun.

-Jika lebih besar: efek pasang surut pada laut, atmosfer dan periode rotasi semakin merusak
-Jika lebih kecil: perubahan tidak langsung pada orbit menyebabkan ketidakstabilan iklim
9. Kadar karbondioksida dan uap air dalam atmosfer
Atmosfer Bumi terdiri atas nitrogen (78.17%) dan oksigen (20.97%), dengan sedikit argon (0.9%), karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0.0357%), uap air, dan gas lainnya. Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari matahari dan mengurangi suhu ekstrem di antara siang dan malam. 75% dari atmosfer ada dalam 11 km dari permukaan planet.
Atmosfer tidak mempunyai batas mendadak, tetapi agak menipis lambat laun dengan menambah ketinggian, tidak ada batas pasti antara atmosfer dan angkasa luar.

-Jika lebih besar: efek rumah kaca tak terkendali akan terjadi
-Jika lebih kecil: efek rumah kaca tidak memadai
10. Kadar ozon dalam atmosfer
Ozon terdiri dari tiga molekul oksigen dan amat berbahaya pada kesehatan manusia. Secara alamiah, ozon dihasilkan melalui percampuran cahaya ultraviolet dengan atmosfer bumi dan membentuk suatu lapisan ozon pada ketinggian 50 kilometer.
Ozon tertumpu di bawah stratosfer di antara 15 dan 30 km di atas permukaan bumi yang dikenal sebagai ‘lapisan ozon’. Ozon dihasilkan dengan pelbagai persenyawaan kimia, tetapi mekanisme utama penghasilan dan perpindahan dalam atmosfer adalah penyerapan tenaga sinar ultraviolet (UV) dari matahari.

-Jika lebih besar: suhu permukaan bumi terlalu rendah
-Jika lebih kecil: suhu permukaan bumi terlalu tinggi, terlalu banyak radiasi ultraviolet
Daftar di atas hanyalah sedikit contoh dari sekian banyaknya data yang melimpah tentang adanya prinsip Antropis. Namun, yang sedikit inipun cukup untuk menghancurkan mitos yang dipercaya para ilmuan materialis, yaitu bahwa keberadaan bumi beserta kehidupan yang terdapat padanya terjadi secara kebetulan melalui serangkaian persitiwa acak tanpa perencanaan. Siapapun yang mempelajari data-data ini tidak akan gagal untuk sampai pada kesimpulan bahwa bumi ini merupakan tempat yang telah dirancang dengan tingkat kerumitan yang tak terbayangkan dan dengan kesesuaian yang sempurna demi keberlangsungan kehidupan di dalamnya.
1. Jarak bumi dengan matahari
Jarak matahari ke bumi adalah 149.669.000 kilometer (atau 93.000.000 mil). Jarak ini dikenal sebagai satuan astronomi dan biasa dibulatkan (untuk penyederhanaan hitungan) menjadi 148 juta km. Dibandingkan dengan bumi, diameter matahari kira-kira 112 kalinya. Gaya tarik matahari kira-kira 30 kali gaya tarik bumi. Sinar matahari menempuh masa delapan menit untuk sampai ke Bumi.
-Jika lebih jauh: planet bumi akan terlalu dingin bagi siklus air yang stabil
-Jika lebih dekat: planet bumi akan terlalu panas bagi siklus air yang stabil
2. Gravitasi di permukaan bumi
Gravitasi permukaan dari sebuah obyek astronomi (planet, bintang, dll.) adalah percepatan gravitasi yang berlaku pada permukaan obyek tersebut. Gravitasi permukaan bergantung pada massa dan radius obyek tersebut. Seringkali gravitasi permukaan dinyatakan sebagai rasio dengan harga yang berlaku di Bumi.
-Jika lebih kuat: atmosfer bumi akan menahan terlalu banyak gas beracun (amoniak dan methana)
-Jika lebih lemah: atmosfer bumi akan terlalu tipis karena banyak kehilangan udara
3. Periode rotasi bumi
Rotasi Bumi merujuk pada gerakan berputar planet Bumi pada sumbunya dan gerakan di orbitnya mengelilingi matahari.
Masa rotasi Bumi pada sumbunya dalam dalam hubungannya dengan bintang ialah 23 jam, 56 menit dan 4.091 detik. Masa rotasi dalam kaitannya dengan matahari ialah 24 jam.
-Jika lebih lama: perbedaan suhu pada siang dan malam hari terlalu besar
-Jika lebih cepat: kecepatan angin pada atmosfer terlalu tinggi
4. Albedo
Albedo merupakan sebuah besaran yang menggambarkan perbandingan antara sinar matahari yang tiba di permukaan bumi dan yang dipantulkan kembali ke angkasa dengan terjadi perubahan panjang gelombang (outgoing longwave radiation). Perbedaan panjang gelombang antara yang datang dan yang dipantulkan dapat dikaitkan dengan seberapa besar energi matahari yang diserap oleh permukaan bumi.
-Jika lebih besar: Zaman es tak terkendali akan terjadi
-Jika lebih kecil: efek rumah kaca tak terkendali akan terjadi
5. Aktivitas gempa
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.
-Jika lebih besar: terlalu banyak makhluk hidup binasa
-Jika lebih kecil: bahan makanan dasar laut tidak akan didaur ulang ke daratan melalui pengangkatan tektonik
6. Ketebalan kerak bumi
Kerak bumi adalah lapisan terluar Bumi yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu kerak samudra dan kerak benua. Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar 5-10 km sedangkan kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 20-70 km. Penyusun kerak samudra yang utama adalah batuan basalt, sedangkan batuan penyusun kerak benua yang utama adalah granit, yang tidak sepadat batuan basalt.
Kerak bumi dan sebagian mantel bumi membentuk lapisan litosfer dengan ketebalan total kurang lebih 80 km.
-Jika lebih tebal: terlalu banyak oksigen berpidah dari atmosfer ke kerak bumi
-Jika lebih tipis: aktivitas tektonik dan vulkanik akan terlalu besar
7. Medan magnet bumi
Magnetosfer Bumi adalah suatu daerah di angkasa yang bentuknya ditentukan oleh luasnya medan magnet internal Bumi, plasma angin matahari, dan medan magnet antarplanet. Di magnetosfer, campuran ion-ion dan elektron-elektron bebas baik dari angin matahari maupun ionosfir bumi dibatasi oleh gaya magnet dan listrik yang lebih kuat daripada gravitasi dan tumbukan.
-Jika lebih kuat: badai elektromagnetik akan terlalu merusak
-Jika lebih lemah: kurangnya perlindungan dari radiasi berbahaya yang berasal dari luar angkasa
8. Interaksi gravitasi dengan bulan
Bulan yang ditarik oleh gaya gravitasi Bumi tidak jatuh ke Bumi disebabkan oleh gaya sentrifugal yang timbul dari orbit Bulan mengelilingi bumi. Besarnya gaya sentrifugal Bulan adalah sedikit lebih besar dari gaya tarik menarik antara gravitasi Bumi dan Bulan. Hal ini menyebabkan Bulan semakin menjauh dari bumi dengan kecepatan sekitar 3,8cm/tahun.
-Jika lebih besar: efek pasang surut pada laut, atmosfer dan periode rotasi semakin merusak
-Jika lebih kecil: perubahan tidak langsung pada orbit menyebabkan ketidakstabilan iklim
9. Kadar karbondioksida dan uap air dalam atmosfer
Atmosfer Bumi terdiri atas nitrogen (78.17%) dan oksigen (20.97%), dengan sedikit argon (0.9%), karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0.0357%), uap air, dan gas lainnya. Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari matahari dan mengurangi suhu ekstrem di antara siang dan malam. 75% dari atmosfer ada dalam 11 km dari permukaan planet.
Atmosfer tidak mempunyai batas mendadak, tetapi agak menipis lambat laun dengan menambah ketinggian, tidak ada batas pasti antara atmosfer dan angkasa luar.
-Jika lebih besar: efek rumah kaca tak terkendali akan terjadi
-Jika lebih kecil: efek rumah kaca tidak memadai
10. Kadar ozon dalam atmosfer
Ozon terdiri dari tiga molekul oksigen dan amat berbahaya pada kesehatan manusia. Secara alamiah, ozon dihasilkan melalui percampuran cahaya ultraviolet dengan atmosfer bumi dan membentuk suatu lapisan ozon pada ketinggian 50 kilometer.
Ozon tertumpu di bawah stratosfer di antara 15 dan 30 km di atas permukaan bumi yang dikenal sebagai ‘lapisan ozon’. Ozon dihasilkan dengan pelbagai persenyawaan kimia, tetapi mekanisme utama penghasilan dan perpindahan dalam atmosfer adalah penyerapan tenaga sinar ultraviolet (UV) dari matahari.
-Jika lebih besar: suhu permukaan bumi terlalu rendah
-Jika lebih kecil: suhu permukaan bumi terlalu tinggi, terlalu banyak radiasi ultraviolet
Daftar di atas hanyalah sedikit contoh dari sekian banyaknya data yang melimpah tentang adanya prinsip Antropis. Namun, yang sedikit inipun cukup untuk menghancurkan mitos yang dipercaya para ilmuan materialis, yaitu bahwa keberadaan bumi beserta kehidupan yang terdapat padanya terjadi secara kebetulan melalui serangkaian persitiwa acak tanpa perencanaan. Siapapun yang mempelajari data-data ini tidak akan gagal untuk sampai pada kesimpulan bahwa bumi ini merupakan tempat yang telah dirancang dengan tingkat kerumitan yang tak terbayangkan dan dengan kesesuaian yang sempurna demi keberlangsungan kehidupan di dalamnya.
Sabtu, 08 Oktober 2011
gunung teraktif di tata surya
Dari seluruh anggota Tata Surya, Io merupakan benda langit yang teraktif dan juga yang paling aneh secara vulkanik. Pengamatan yang dilakukan di Bumi, sebelum ada penerbangan ruang angkasa, pada satelit Yupiter yang semula di beri kode J31979 itu memperlihatkan karakteristik dan kondisi khas yang tidak dijumpai pada satelit alam yang lain. Dalam mitologi Yunani, Io adalah nama wanita cantik yang diubah oleh Zeus menjadi sapi. Io termasuk salah satu satelit Galilean, karena pertama kali diamati oleh Galileo di tahun 1610.
Kekhasan yang mencolok adalah fisiografinya dibentuk oleh kegiatan vulkanisme. Belerang dan belerang oksida mendominasi permukaannya, menjadikannya berwarna jingga kekuningan. Terdapat lebih dari 200 kaldera dengan diameter 20 kilometer, yang terbentuk oleh kegiatan vulkanisme yang berbeda dengan Bumi dan Mars. Herannya, di Io tidak terdapat kawah yang terbentuk oleh benturan benda angkasa seperti yang terlihat di Bulan, Mars, atau anggota Tata Surya yang lain.
Ada dua jenis aktivitas vulkanisme di Io. Yaitu aliran lava dari kaldera dan semburan materi kaldera yang menghasilkan pancaran ke atas berbentuk payung. Pemandangan yang terlihat indah ini diakibatkan rendahnya gravitasi (hanya seperenam gravitasi Bumi) dan tipisnya atmosfer. Yang menarik, aktivitas vulkanisme satelit berdiameter 3.632 kilometer dengan kerapatan 3 gram/cm3.
Pemandangan lebih spektakuler muncul ketika terjadi letusan gunung apinya. Sebagai contoh letusan dua gunungnya yang teraktif, yaitu Pele dan Loki, yang menghasilkan semburan hingga ketinggian 100 kilometer dengan kecepatan awal 3.000 kilometer/jam. Letusan Pele di tempat yang berjarak 600 juta kilometer (5 kali jarak Bumi-Matahari) dari Bumi di tahun 1991 berhasil diamati oleh Observatorium Fred Lawrence Whipple di Arizona, Amerika Serikat.
Pengamatan oleh wahana antariksa memberikan hasil yang lebih detail. Di tahun 1979, Voyager I berhasil memotret banyak sekali profil permukaan Io. Terlihat adanya proses erosi yang terus berjalan. Waktu itu, beberapa gunung api sedang meletus dan memuntahkan debu berkilo-kilometer tingginya.
Melalui detektor inframerah terekam keberadaan kaldera bersuhu 780-930 derajat Celsius. Temperatur ini sangat tinggi untuk ukuran obyek langit yang terletak jauh dari Matahari. Sedangkan temperatur di sekitar kaldera -1620 derajat Celsius. Perbedaan temperatur yang ekstrem.
Yang menarik dari Io adalah banyaknya kesamaan ciri-ciri permukaannya dengan daerah pegunungan di Bumi, seperti keberadaan bukit-bukit melingkar, plato-plato, tanah-tanah merosot, jeram-jeram dan dataran.
Penelitian Io begitu penting dikarenakan dapat membantu memahami aktivitas vulkanisme di Bumi. Meskipun letusan gunung api di Bumi tidak sedahsyat yang terjadi di Io, namun planet kita ini memiliki aktivitas vulkanisme yang lebih sulit diramalkan.
ciri ciri fisik mars
Meskipun dikenang karena memetakan Bulan, Johann Heinrich Mädler dan Wilhelm Beer merupakan para “aerografer” pertama. Mereka merintis bahwa sebagian besar permukaan Mars bersifat permanen, dan menentukan periode rotasi planet. Pada tahun 1840, Mädler memadukan hasil pengamatannya selama sepuluh tahun dan menggambar peta pertama Mars. Daripada memberi nama, Beer dan Mädler menyebut beberapa tempat dengan huruf.
Saat ini, fitur-fitur di Mars dinamai dari berbagai sumber. Fitur albedo dinamai dari mitologi klasik. Nama kawah yang lebih besar dari 60 kilometer (37 mil) berasal dari ilmuwan, penulis, dan tokoh lain yang membantu penelitian Mars. Kawah yang lebih kecil dari 60 km dinamai dari kota dan desa di dunia dengan jumlah penduduk lebih kecil dari 100.000. Lembah besar dinamai dari kata mars atau bintang dalam berbagai bahasa, sementara lembah kecil dari sungai-sungai.
Nama fitur albedo besar tetap dipertahankan, tetapi kadang-kadang diperbaharui untuk melambangkan pengetahuan baru tentang sifat fitur tersebut. Contohnya, Nix Olympica(salju Olympus) diubah menjadi Olympus Mons(Gunung Olympus). Permukaan Mars seperti yang terlihat dari Bumi terbagi menjadi dua macam daerah, dengan albedo yang berbeda. Dataran pucat yang dilapisi debu dan pasir yang kaya akan besi oksida awalnya diduga sebagai ‘benua’ Mars dan diberi nama seperti Arabia Terra (tanah Arabia) atau Amazonis Planitia (dataran Amazonian). Fitur gelap sebelumnya diduga sebagai laut, sehingga dinamai Mare Erythraeum, Mare Sirenum dan Aurorae Sinus. Fitur gelap terbesar yang dapat terlihat dari Bumi adalah Syrtis Major Planum. Lapisan es kutub utara yang permanen dinamai Planum Boreum, sementara lapisan es kutub selatan disebut Planum Australe.
Khatulistiwa Mars ditetapkan melalui rotasinya, namun letak meridian utamanya ditentukan dengan penetapan titik yang berubah-ubah seperti di Bumi; Mädler dan Beer memilih sebuah garis pada tahun 1830 untuk peta Mars pertama mereka. Setelah wahana Mariner 9 menyajikan citra Mars pada tahun 1972, kawah kecil (nantinya disebut Airy-0) yang terletak di Sinus Meridiani dipilih sebagai tempat bujur 0.0°.
Mars tidak punya samudra sehingga tidak ada ‘permukaan laut’. Ketinggian nol harus ditentukan, dan ini disebut areoid Mars, yang sejalan dengan geoid. Ketinggian nol adalah ketinggian yang tekanan atmosfernya 610.5 Pa (6.105 mbar), atau sekitar 0,6% dari tekanan permukaan laut di Bumi (0.006 atm). Tekanan ini sesuai dengan titik tripel air. Praktiknya permukaan ditetapkan secara langsung melalui pengukuran gravitasi satelit.
Di Mars terdapat sekitar 43.000 kawah dengan diameter 5 km atau lebih besar. Di antaranya yang terbesar adalah kawah Hellas, fitur albedo terang yang terlihat dari Bumi. Massa Mars lebih kecil, sehingga kemungkinan objek bertubrukan dengan planet tersebut sekitar setengahnya Bumi. Planet ini terletak lebih dekat dengan sabuk asteroid, sehingga kemungkinan ditubruk oleh benda dari tempat tersebut meningkat. Mars juga lebih mungkin ditubruk oleh komet berperiode kecil, seperti yang berada di orbit Yupiter. Meskipun begitu, ada lebih sedikit kawah di Mars daripada Bulan karena atmosfer Mars melindunginya dari meteor-meteor kecil. Beberapa kawah memunyai morfologi yang menunjukkan bahwa tanah menjadi basah setelah meteor menubruk.
Lembah besar Valles Marineris (dalam bahasa Latin berarti Lembah Mariner, juga dikenal dengan nama Agathadaemon di peta kanal lama) memiliki panjang sekitar 4.000 km dan kedalaman hingga 7 km. Panjang Valles Marineris setara dengan panjang Eropa dan terbentang di 1/5 sirkumferensia Mars. Jika dibandingkan, Grand Canyon di Bumi panjangnya hanya 446 km dan kedalamannya hanya 2 km. Valles Marineris terbentuk akibat pembengkakan wilayah Tharsis yang menyebabkan runtuhnya kerak di wilayah Valles Marineris. Lembah besar lainnya adalah Ma’adim Vallis (Ma’adimdalam bahasa Ibrani berarti Mars). Lembah ini memiliki panjang sebesar 700 km, lebar 20 km, dan kedalaman 2 km di beberapa tempat. Kemungkinan Ma’adin Vallis pernah dialiri air pada masa lalu.
Saat ini, fitur-fitur di Mars dinamai dari berbagai sumber. Fitur albedo dinamai dari mitologi klasik. Nama kawah yang lebih besar dari 60 kilometer (37 mil) berasal dari ilmuwan, penulis, dan tokoh lain yang membantu penelitian Mars. Kawah yang lebih kecil dari 60 km dinamai dari kota dan desa di dunia dengan jumlah penduduk lebih kecil dari 100.000. Lembah besar dinamai dari kata mars atau bintang dalam berbagai bahasa, sementara lembah kecil dari sungai-sungai.
Nama fitur albedo besar tetap dipertahankan, tetapi kadang-kadang diperbaharui untuk melambangkan pengetahuan baru tentang sifat fitur tersebut. Contohnya, Nix Olympica(salju Olympus) diubah menjadi Olympus Mons(Gunung Olympus). Permukaan Mars seperti yang terlihat dari Bumi terbagi menjadi dua macam daerah, dengan albedo yang berbeda. Dataran pucat yang dilapisi debu dan pasir yang kaya akan besi oksida awalnya diduga sebagai ‘benua’ Mars dan diberi nama seperti Arabia Terra (tanah Arabia) atau Amazonis Planitia (dataran Amazonian). Fitur gelap sebelumnya diduga sebagai laut, sehingga dinamai Mare Erythraeum, Mare Sirenum dan Aurorae Sinus. Fitur gelap terbesar yang dapat terlihat dari Bumi adalah Syrtis Major Planum. Lapisan es kutub utara yang permanen dinamai Planum Boreum, sementara lapisan es kutub selatan disebut Planum Australe.
Khatulistiwa Mars ditetapkan melalui rotasinya, namun letak meridian utamanya ditentukan dengan penetapan titik yang berubah-ubah seperti di Bumi; Mädler dan Beer memilih sebuah garis pada tahun 1830 untuk peta Mars pertama mereka. Setelah wahana Mariner 9 menyajikan citra Mars pada tahun 1972, kawah kecil (nantinya disebut Airy-0) yang terletak di Sinus Meridiani dipilih sebagai tempat bujur 0.0°.
Mars tidak punya samudra sehingga tidak ada ‘permukaan laut’. Ketinggian nol harus ditentukan, dan ini disebut areoid Mars, yang sejalan dengan geoid. Ketinggian nol adalah ketinggian yang tekanan atmosfernya 610.5 Pa (6.105 mbar), atau sekitar 0,6% dari tekanan permukaan laut di Bumi (0.006 atm). Tekanan ini sesuai dengan titik tripel air. Praktiknya permukaan ditetapkan secara langsung melalui pengukuran gravitasi satelit.
Topografi tubrukan
Dikotomi topografi Mars cukuplah mengejutkan: dataran utara yang diratakan oleh aliran lava berkebalikan dengan dataran tinggi di selatan yang dipenuhi kawah akibat tubrukan pada masa lalu. Penelitian pada tahun 2008 telah menghasilkan bukti untuk postulat yang diusulkan pada tahun 1980 bahwa belahan utara Mars ditubruk oleh objek dengan ukuran 1/10 hingga 2/3nya Bulan. Jika ini benar, maka belahan utara Mars merupakan kawah tubrukan berukuran 10.600 x 8.500 km, menjadikannya kawah tubrukan terbesar di Tata Surya.Di Mars terdapat sekitar 43.000 kawah dengan diameter 5 km atau lebih besar. Di antaranya yang terbesar adalah kawah Hellas, fitur albedo terang yang terlihat dari Bumi. Massa Mars lebih kecil, sehingga kemungkinan objek bertubrukan dengan planet tersebut sekitar setengahnya Bumi. Planet ini terletak lebih dekat dengan sabuk asteroid, sehingga kemungkinan ditubruk oleh benda dari tempat tersebut meningkat. Mars juga lebih mungkin ditubruk oleh komet berperiode kecil, seperti yang berada di orbit Yupiter. Meskipun begitu, ada lebih sedikit kawah di Mars daripada Bulan karena atmosfer Mars melindunginya dari meteor-meteor kecil. Beberapa kawah memunyai morfologi yang menunjukkan bahwa tanah menjadi basah setelah meteor menubruk.
Situs tektonik
Gunung berapi perisai Olympus Mons (Gunung Olympus) merupakan gunung tertinggi di Tata Surya. Ketinggiannya mencapai 27 km, atau tiga kali lipat tinggi Gunung Everest yang hanya sekitar 8,8 km. Gunung yang sudah tidak aktif ini terletak di wilayah Tharsis, yang juga merupakan tempat berdirinya beberapa gunung berapi besar lainnya.Lembah besar Valles Marineris (dalam bahasa Latin berarti Lembah Mariner, juga dikenal dengan nama Agathadaemon di peta kanal lama) memiliki panjang sekitar 4.000 km dan kedalaman hingga 7 km. Panjang Valles Marineris setara dengan panjang Eropa dan terbentang di 1/5 sirkumferensia Mars. Jika dibandingkan, Grand Canyon di Bumi panjangnya hanya 446 km dan kedalamannya hanya 2 km. Valles Marineris terbentuk akibat pembengkakan wilayah Tharsis yang menyebabkan runtuhnya kerak di wilayah Valles Marineris. Lembah besar lainnya adalah Ma’adim Vallis (Ma’adimdalam bahasa Ibrani berarti Mars). Lembah ini memiliki panjang sebesar 700 km, lebar 20 km, dan kedalaman 2 km di beberapa tempat. Kemungkinan Ma’adin Vallis pernah dialiri air pada masa lalu.
Gua
Citra dari Thermal Emission Imaging System (THEMIS) di wahana Mars Odyssey telah menunjukkan tujuh pintu masuk gua di belakang gunung berapi Arsia Mons. Gua-gua tersebut, yang dinamai dari orang yang dicintai para penemunya, secara keseluruhan dijuluki “tujuh saudara perempuan.” Lebar pintu masuk gua tersebut berkisar antara 100 hingga 252 m. Gua-gua itu diyakini memiliki kedalaman antara 73 hingga 96 m. Cahaya tidak mencapai dasar sebagian besar gua, sehingga kemungkinan gua-gua tersebut bisa lebih dalam lagi. Gua “Dena” merupakan pengecualian; dasarnya dapat dilihat dan kedalamannya tercatat 130 m. Bagian dalam gua tersebut mungkin terlindung dari mikrometeoroid, radiasi ultraviolet, semburan matahari, dan partikel berenergi tinggi yang menghujani permukaan planet.daftar gunung di mars
Artikel ini merupakan daftar gunung yang ada di planet Mars.
gunung api di mars
gambar perbandingan gunung mount olympus di mars dengan mount everest yang merupakan puncak tertinggi di muka bumi
Seperti halnya daerah pegunungan yang memiliki ngarai, di Mars pun terdapat ngarai besar dan alur permukaan yang berasal dari sungai purba dan bekas banjir bandang. Ngarai terbesar di Mars dinamakan Valles Marineris dengan panjang 4.000 kilometer dan dalam 2-7 kilometer. Berada di sebelah timur dataran Tharsis, seperti halnya dataran tinggi Tharsis dan gunung api, ngarai itu terbentuk akibat terangkatnya sebagian kerak Mars.
Foto Planet Mars dengan mount Olympus nya yang terlihat sangat besar
Berbagai penelitian mencoba menjawab ada di mana air yang dulu pernah ada di Mars, sekarang ini. Ternyata selain membeku di tudung kutubnya, air beku terperangkap di batuan-batuan Mars. Penelitian terinci mengenai dataran tinggi, gunung, dan ngarai akan membantu memahami struktur bagian dalam Mars.
Proses pembentukan Valles Marineris itu disertai dengan longsornya lereng rekahan dan air yang berasal dari dalam Mars meresap melalui celah dinding rekahan sehingga terjadi proses pelongsoran tebing. Akibatnya, rekahan yang terbentuk menjadi sangat lebar. Bahwa Mars pernah terdapat kelimpahan air bisa dilihat dari adanya alur bekas sungai kering di ujung Valles Marineris.
Adalah rendahnya gravitasi Mars akibat ukurannya yang kecil dan tidak adanya aktivitas tektonik lempeng yang membuat gunung-gunung di sana demikian tinggi menjulang. Karena tidak adanya aktivitas tektonik, maka dapur magma akan selalu mengeluarkan lava pada titik yang sama. Dengan begitu, gunung yang terbentuk semakin tinggi. Di Bumi karena adanya pergerakan aktivitas tektonik mengakibatkan gunung yang terbentuk tidak begitu tinggi dan muncul pegunungan. Bila dibandingkan dengan gunung-gunung api di Bumi, kebanyakan gunung api di Mars mirip dengan gunung api perisai di Kepulauan Hawaii namun berukuran jauh lebih besar.
Di Bumi, kita mengenal Mount Everest, yang legendaris, sebagai puncak tertinggi di atas permukaan Bumi. Gunung berapi tertinggi di Bumi jika dihitung dari kakinya adalah Mauna Loa setinggi 9 kilometer, dengan lebar kaki 120 kilometer yang menapak di dasar Samudra Pasifik.Namun, prestasi ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Olympus Mons. Yaitu gunung tertinggi di Mars yang mencapai 24 kilometer, dengan lebar kaki 500-600 kilometer. Lebar kaldera yang terbentuk akibat letusannya miliaran tahun lampau sekitar 80 kilometer. Bisa dibayangkan betapa tingginya gunung ini sebelum meletus. Olympus Mons disebut-sebut sebagai gunung tertinggi di Tata Surya.
Di Mars memang banyak terdapat gunung api raksasa. Termasuk yang telah padam, seperti Arsia Mons, Ascraenus Mons, dan Pavonis Mons. Gunung-gunung ini terdapat di dataran tinggi Tharsis sepanjang 4.000 kilometer dengan ketinggian 4.000 kilometer.Perlu diketahui, Mars memiliki profil permukaan yang unik. Di belahan selatan merupakan daerah yang penuh kawah dan alur-alur mirip saluran. Sedangkan gunung-gunung berapi itu terdapat di belahan utara. Seolah, melihat Mars, mirip dua belahan dari planet berbeda yang disetangkupkan. Kondisi yang berbeda dengan di Bumi tentunya.
Sabtu, 01 Oktober 2011
planet di tata surya
hai astronomi lovers...
kali ini ku mau ngebahas tentang planet di tata surya kita nih...
simak yak...
Tata Surya bagian dalam
Tata Surya bagian dalam adalah nama umum yang mencakup planet kebumian dan asteroid. Terutama terbuat dari silikat dan logam, objek dari Tata Surya bagian dalam melingkup dekat dengan matahari, radius dari seluruh daerah ini lebih pendek dari jarak antara Yupiter dan Saturnus.
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Planet kebumian
Empat planet bagian dalam atau planet kebumian (terrestrial planet) memiliki komposisi batuan yang padat, hampir tidak mempunyai atau tidak mempunyai satelit dan tidak mempunyai sistem cincin. Komposisi Planet-planet ini terutama adalah mineral bertitik leleh tinggi, seperti silikat yang membentuk kerak dan selubung, dan logam seperti besi dan nikel yang membentuk intinya. Tiga dari empat planet ini (Venus, Bumi dan Mars) memiliki atmosfer, semuanya memiliki kawah meteor dan sifat-sifat permukaan tektonis seperti gunung berapi dan lembah pecahan. Planet yang letaknya di antara matahari dan bumi (Merkurius dan Venus) disebut juga planet inferior.
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sabuk asteroid
Asteroidsecara umum adalah objek Tata Surya yang terdiri dari batuan dan mineral logam beku.[35]
Sabuk asteroid utama terletak di antara orbit Mars dan Yupiter, berjarak antara 2,3 dan 3,3 SA dari matahari, diduga merupakan sisa dari bahan formasi Tata Surya yang gagal menggumpal karena pengaruh gravitasi Yupiter.[36]
Gradasi ukuran asteroid adalah ratusan kilometer sampai mikroskopis. Semua asteroid, kecuali Ceres yang terbesar, diklasifikasikan sebagai benda kecil Tata Surya. Beberapa asteroid seperti Vesta dan Hygiea mungkin akan diklasifikasi sebagai planet kerdil jika terbukti telah mencapai kesetimbangan hidrostatik.[37]
Sabuk asteroid terdiri dari beribu-ribu, mungkin jutaan objek yang berdiameter satu kilometer.[38] Meskipun demikian, massa total dari sabuk utama ini tidaklah lebih dari seperseribu massa bumi.[39]Sabuk utama tidaklah rapat, kapal ruang angkasa secara rutin menerobos daerah ini tanpa mengalami kecelakaan. Asteroid yang berdiameter antara 10 dan 10−4 m disebut meteorid.[40]
Asteroid-asteroid Trojan terletak di titik L4 atau L5 Yupiter(daerah gravitasi stabil yang berada di depan dan belakang sebuah orbit planet), sebutan "trojan" sering digunakan untuk objek-objek kecil pada Titik Langrange dari sebuah planet atau satelit. Kelompok Asteroid Hilda terletak di orbit resonansi 2:3 dari Yupiter, yang artinya kelompok ini mengedari matahari tiga kali untuk setiak dua edaran Yupiter.
Bagian dalam Tata Surya juga dipenuhi oleh asteroid liar, yang banyak memotong orbit-orbit planet planet bagian dalam.
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Raksasa gas
Keempat planet luar, yang disebut juga planet raksasa gas (gas giant), atau planet jovian, secara keseluruhan mencakup 99 persen massa yang mengorbit matahari. Yupiter dan Saturnus sebagian besar mengandung hidrogen dan helium; Uranus dan Neptunus memiliki proporsi es yang lebih besar. Para astronom mengusulkan bahwa keduanya dikategorikan sendiri sebagai raksasa es.[43] Keempat raksasa gas ini semuanya memiliki cincin, meski hanya sistem cincin Saturnus yang dapat dilihat dengan mudah dari bumi.
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Komet
Kometadalah badan Tata Surya kecil, biasanya hanya berukuran beberapa kilometer, dan terbuat dari es volatil. Badan-badan ini memiliki eksentrisitas orbit tinggi, secara umum perihelion-nya terletak di planet-planet bagian dalam dan letak aphelion-nya lebih jauh dari Pluto. Saat sebuah komet memasuki Tata Surya bagian dalam, dekatnya jarak dari matahari menyebabkan permukaan esnya bersumblimasi dan berionisasi, yang menghasilkan koma, ekor gas dan debu panjang, yang sering dapat dilihat dengan mata telanjang.
Komet berperioda pendek memiliki kelangsungan orbit kurang dari dua ratus tahun. Sedangkan komet berperioda panjang memiliki orbit yang berlangsung ribuan tahun. Komet berperioda pendek dipercaya berasal dari Sabuk Kuiper, sedangkan komet berperioda panjang, seperti Hale-bopp, berasal dari Awan Oort. Banyak kelompok komet, seperti Kreutz Sungrazers, terbentuk dari pecahan sebuah induk tunggal.[49] Sebagian komet berorbit hiperbolik mungking berasal dari luar Tata Surya, tetapi menentukan jalur orbitnya secara pasti sangatlah sulit.[50] Komet tua yang bahan volatilesnya telah habis karena panas matahari sering dikategorikan sebagai asteroid.[51]
Daerah yang terletak jauh melampaui Neptunus, atau daerah trans-Neptunus, sebagian besar belum dieksplorasi. Menurut dugaan daerah ini sebagian besar terdiri dari dunia-dunia kecil (yang terbesar memiliki diameter seperlima bumi dan bermassa jauh lebih kecil dari bulan) dan terutama mengandung batu dan es. Daerah ini juga dikenal sebagai daerah luar Tata Surya, meskipun berbagai orang menggunakan istilah ini untuk daerah yang terletak melebihi sabuk asteroid.
kali ini ku mau ngebahas tentang planet di tata surya kita nih...
simak yak...
Tata Surya bagian dalam
Tata Surya bagian dalam adalah nama umum yang mencakup planet kebumian dan asteroid. Terutama terbuat dari silikat dan logam, objek dari Tata Surya bagian dalam melingkup dekat dengan matahari, radius dari seluruh daerah ini lebih pendek dari jarak antara Yupiter dan Saturnus.
Planet-planet bagian dalam
Merkurius
- Merkurius(0,4 SA dari matahari) adalah planet terdekat dari matahari serta juga terkecil (0,055 massa bumi). Merkurius tidak memiliki satelit alami dan ciri geologisnya di samping kawah meteorid yang diketahui adalah lobed ridges atau rupes, kemungkinan terjadi karena pengerutan pada perioda awal sejarahnya.[26] Atmosfer Merkurius yang hampir bisa diabaikan terdiri dari atom-atom yang terlepas dari permukaannya karena semburan angin matahari.[27]Besarnya inti besi dan tipisnya kerak Merkurius masih belum bisa dapat diterangkan. Menurut dugaan hipotesa lapisan luar planet ini terlepas setelah terjadi tabrakan raksasa, dan perkembangan ("akresi") penuhnya terhambat oleh energi awal matahari.[28][29]
Venus
- Venus(0,7 SA dari matahari) berukuran mirip bumi (0,815 massa bumi). Dan seperti bumi, planet ini memiliki selimut kulit silikat yang tebal dan berinti besi, atmosfernya juga tebal dan memiliki aktivitas geologi. Akan tetapi planet ini lebih kering dari bumi dan atmosfernya sembilan kali lebih padat dari bumi. Venus tidak memiliki satelit. Venus adalah planet terpanas dengan suhu permukaan mencapai 400 °C, kemungkinan besar disebabkan jumlah gas rumah kaca yang terkandung di dalam atmosfer.[30]Sejauh ini aktivitas geologis Venus belum dideteksi, tetapi karena planet ini tidak memiliki medan magnet yang bisa mencegah habisnya atmosfer, diduga sumber atmosfer Venus berasal dari gunung berapi.[31]
Bumi
- Bumi(1 SA dari matahari) adalah planet bagian dalam yang terbesar dan terpadat, satu-satunya yang diketahui memiliki aktivitas geologi dan satu-satunya planet yang diketahui memiliki mahluk hidup. Hidrosfer-nya yang cair adalah khas di antara planet-planet kebumian dan juga merupakan satu-satunya planet yang diamati memiliki lempeng tektonik. Atmosfer bumi sangat berbeda dibandingkan planet-planet lainnya, karena dipengaruhi oleh keberadaan mahluk hidup yang menghasilkan 21% oksigen.[32] Bumi memiliki satu satelit, bulan, satu-satunya satelit besar dari planet kebumian di dalam Tata Surya.
Mars
- Mars(1,5 SA dari matahari) berukuran lebih kecil dari bumi dan Venus (0,107 massa bumi). Planet ini memiliki atmosfer tipis yang kandungan utamanya adalah karbon dioksida. Permukaan Mars yang dipenuhi gunung berapi raksasa seperti Olympus Mons dan lembah retakan seperti Valles marineris, menunjukan aktivitas geologis yang terus terjadi sampai baru belakangan ini. Warna merahnya berasal dari warna karat tanahnya yang kaya besi.[33] Mars mempunyai dua satelit alami kecil (Deimos dan Phobos) yang diduga merupakan asteroid yang terjebak gravitasi Mars.[34]
Sabuk asteroid
Sabuk asteroid utama terletak di antara orbit Mars dan Yupiter, berjarak antara 2,3 dan 3,3 SA dari matahari, diduga merupakan sisa dari bahan formasi Tata Surya yang gagal menggumpal karena pengaruh gravitasi Yupiter.[36]
Gradasi ukuran asteroid adalah ratusan kilometer sampai mikroskopis. Semua asteroid, kecuali Ceres yang terbesar, diklasifikasikan sebagai benda kecil Tata Surya. Beberapa asteroid seperti Vesta dan Hygiea mungkin akan diklasifikasi sebagai planet kerdil jika terbukti telah mencapai kesetimbangan hidrostatik.[37]
Sabuk asteroid terdiri dari beribu-ribu, mungkin jutaan objek yang berdiameter satu kilometer.[38] Meskipun demikian, massa total dari sabuk utama ini tidaklah lebih dari seperseribu massa bumi.[39]Sabuk utama tidaklah rapat, kapal ruang angkasa secara rutin menerobos daerah ini tanpa mengalami kecelakaan. Asteroid yang berdiameter antara 10 dan 10−4 m disebut meteorid.[40]
[sunting] Ceres
Ceres(2,77 SA) adalah benda terbesar di sabuk asteroid dan diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Diameternya adalah sedikit kurang dari 1000 km, cukup besar untuk memiliki gravitasi sendiri untuk menggumpal membentuk bundaran. Ceres dianggap sebagai planet ketika ditemukan pada abad ke 19, tetapi di-reklasifikasi menjadi asteroid pada tahun 1850an setelah observasi lebih lanjut menemukan beberapa asteroid lagi.[41] Ceres direklasifikasi lanjut pada tahun 2006 sebagai planet kerdil.Kelompok asteroid
Asteroidpada sabuk utama dibagi menjadi kelompok dan keluarga asteroid bedasarkan sifat-sifat orbitnya. satelit asteroid adalah asteroid yang mengedari asteroid yang lebih besar. Mereka tidak mudah dibedakan dari satelit-satelit planet, kadang kala hampir sebesar pasangannya. Sabuk asteroid juga memiliki komet sabuk utama yang mungkin merupakan sumber air bumi.[42]Asteroid-asteroid Trojan terletak di titik L4 atau L5 Yupiter(daerah gravitasi stabil yang berada di depan dan belakang sebuah orbit planet), sebutan "trojan" sering digunakan untuk objek-objek kecil pada Titik Langrange dari sebuah planet atau satelit. Kelompok Asteroid Hilda terletak di orbit resonansi 2:3 dari Yupiter, yang artinya kelompok ini mengedari matahari tiga kali untuk setiak dua edaran Yupiter.
Bagian dalam Tata Surya juga dipenuhi oleh asteroid liar, yang banyak memotong orbit-orbit planet planet bagian dalam.
Tata Surya bagian luar
Pada bagian luar dari Tata Surya terdapat gas-gas raksasa dengan satelit-satelitnya yang berukuran planet. Banyak komet berperioda pendek termasuk beberapa Centaur, juga berorbit di daerah ini. Badan-badan padat di daerah ini mengandung jumlah volatil (contoh: air, amonia, metan, yang sering disebut "es" dalam peristilahan ilmu keplanetan) yang lebih tinggi dibandingkan planet batuan di bagian dalam Tata Surya.Planet-planet luar
Yupiter
- Yupiter (5,2 SA), dengan 318 kali massa bumi, adalah 2,5 kali massa dari gabungan seluruh planet lainnya. Kandungan utamanya adalah hidrogen dan helium. Sumber panas di dalam Yupiter menyebabkan timbulnya beberapa ciri semi-permanen pada atmosfernya, sebagai contoh pita pita awan dan Bintik Merah Raksasa. Sejauh yang diketahui Yupiter memiliki 63 satelit. Empat yang terbesar, Ganymede, Callisto, Io, dan Europamenampakan kemiripan dengan planet kebumian, seperti gunung berapi dan inti yang panas.[44] Ganymede, yang merupakan satelit terbesar di Tata Surya, berukuran lebih besar dari Merkurius.
Saturnus
- Saturnus(9,5 SA) yang dikenal dengan sistem cincinnya, memiliki beberapa kesamaan dengan Yupiter, sebagai contoh komposisi atmosfernya. Meskipun Saturnus hanya sebesar 60% volume Yupiter, planet ini hanya seberat kurang dari sepertiga Yupiter atau 95 kali massa bumi, membuat planet ini sebuah planet yang paling tidak padat di Tata Surya. Saturnus memiliki 60 satelit yang diketahui sejauh ini (dan 3 yang belum dipastikan) dua di antaranya Titan dan Enceladus, menunjukan activitas geologis, meski hampir terdiri hanya dari es saja.[45] Titan berukuran lebih besar dari Merkurius dan merupakan satu-satunya satelit di Tata Surya yang memiliki atmosfer yang cukup berarti.
Uranus
- Uranus (19,6 SA) yang memiliki 14 kali massa bumi, adalah planet yang paling ringan di antara planet-planet luar. Planet ini memiliki kelainan ciri orbit. Uranus mengedari matahari dengan bujkuran poros 90 derajad pada ekliptika. Planet ini memiliki inti yang sangat dingin dibandingkan gas raksasa lainnya dan hanya sedikit memancarkan energi panas.[46]Uranus memiliki 27 satelit yang diketahui, yang terbesar adalah Titania, Oberon, Umbriel, Ariel dan Miranda.
Neptunus
- Neptunus (30 SA) meskipun sedikit lebih kecil dari Uranus, memiliki 17 kali massa bumi, sehingga membuatnya lebih padat. Planet ini memancarkan panas dari dalam tetapi tidak sebanyak Yupiter atau Saturnus.[47] Neptunus memiliki 13 satelit yang diketahui. Yang terbesar, Triton, geologinya aktif, dan memiliki geyser nitrogen cair.[48] Triton adalah satu-satunya satelit besar yang orbitnya terbalik arah (retrogade). Neptunus juga didampingi beberapa planet minor pada orbitnya, yang disebut Trojan Neptunus. Benda-benda ini memiliki resonansi 1:1 dengan Neptunus.
Komet
Komet berperioda pendek memiliki kelangsungan orbit kurang dari dua ratus tahun. Sedangkan komet berperioda panjang memiliki orbit yang berlangsung ribuan tahun. Komet berperioda pendek dipercaya berasal dari Sabuk Kuiper, sedangkan komet berperioda panjang, seperti Hale-bopp, berasal dari Awan Oort. Banyak kelompok komet, seperti Kreutz Sungrazers, terbentuk dari pecahan sebuah induk tunggal.[49] Sebagian komet berorbit hiperbolik mungking berasal dari luar Tata Surya, tetapi menentukan jalur orbitnya secara pasti sangatlah sulit.[50] Komet tua yang bahan volatilesnya telah habis karena panas matahari sering dikategorikan sebagai asteroid.[51]




