Rahasia Si Cincin Saturnus

Baru-baru ini sekelompok peneliti berhasil mengukur kecerlangan dan temperatur cincin-cincin Saturnus secara lebih detil daripada sebelum-sebelumnya.

Fakta Tragis Laika, Anjing Pertama yang Mengelilingi Orbit Bumi

Kisah perjalanan Laika, anjing pertama yang mengelilingi orbit Bumi disebut-sebut sebagai salah satu momen hebat dalam sejarah manusia..

Penyebab Cacat Bola Mata pada Astronaut Terungkap

Setelah bertahun-tahun berspekulasi dan melakukan penelitian, peneliti akhirnya menemukan penyebab cacat bola mata yang diderita astronaut.

Hyper Starburs, Ledakan Bintang Luar Biasa Petunjuk Evolusi Alam Semesta

Bintang yang dihasilkan dari ledakan besar ini berada di tingkat sekitar 4.500 kali massa matahari, salah satu tingkat tertinggi yang pernah terlihat.

Bagaimana Perhitungan Tanggal Paskah dalam Kalender Yahudi?

Sistem kalender yang menggunakan fase bulan sebagai acuan utama namun juga menambahkan pergantian musim di dalam perhitungan tiap tahunnya.

Tampilkan postingan dengan label belajar rasi bintang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar rasi bintang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 November 2011

zodiak yang terus bergeser


Zodiak berdasarkan rasi bintang


Awal tahun ini, publik kembali dibingungkan dengan isu pergeseran zodiak. Sebagian orang tak mau ambil pusing karena tak percaya dengan zodiak yang bisa memengaruhi nasib mereka. Namun, sebagian yang lain menolak pergeseran itu karena akan mengubah zodiak mereka yang sudah dianggap cocok dengan karakter dirinya.
Munculnya isu pergeseran zodiak ini bukan untuk yang pertama kali. Sejak internet mulai dikenal luas pada akhir 1990-an, isu ini muncul berulang setiap beberapa tahun sekali.
Hal yang terjadi sesungguhnya adalah pencampuradukan antara ilmu astronomi dan astrologi. Zodiak dalam astrologi, sejak dulu hingga kini, berjumlah 12 buah dengan rentang waktu masing-masing zodiak adalah 30 hari. Sementara dalam astronomi, zodiak sejak dulu sampai sekarang berjumlah 13 buah dengan rentang waktu setiap zodiak 7-45 hari.
Zodiak
Zodiak merupakan rasi bintang yang terletak di garis ekliptika. Rasi bintang merupakan kelompok bintang-bintang yang terlihat dari Bumi seolah-olah berdekatan. Padahal, bisa jadi bintang-bintang itu tidak memiliki hubungan apa pun.
Sementara garis ekliptika adalah jalur semu Matahari mengelilingi Bumi. Disebut semu karena sejatinya Bumi-lah yang mengelilingi Matahari. Namun, bagi pengamat di Bumi, Matahari-lah yang terlihat bergerak.
Rentang waktu zodiak menunjukkan kapan Matahari melintasi zodiak tersebut. Dalam astronomi, rentang waktu Aries adalah 18 April-13 Mei. Artinya, Matahari melintasi rasi Aries pada tanggal tersebut.
Dalam astronomi, zodiak berfungsi mempermudah pencarian dan penamaan obyek-obyek langit, seperti bintang, galaksi, gugus galaksi, dan supernova. Keberadaan zodiak tidak memiliki hubungan apa pun dengan nasib manusia.
Persatuan Astronom Internasional (International Astronomical Union) sejak 1922-1930 telah menetapkan 88 rasi bintang di seluruh bidang langit, termasuk 13 rasi zodiak, lengkap dengan batas-batasnya.
Dalam astrologi, 12 zodiak merupakan salah satu unsur yang (dikatakan) memengaruhi nasib manusia. Astrolog Intan Ophelia dalam situs opheliaastrologi.com menyebutkan, zodiak bukanlah satu-satunya alat untuk meramalkan nasib seseorang, tetapi juga perlu melihat aspek lain, seperti posisi benda-benda langit lainnya, terutama planet.
Bangsa yang pertama kali menggunakan astrologi untuk meramal nasib adalah Babilonia, sekitar tahun 3000 Sebelum Masehi (SM).
Pedro Braganca dalam tulisan Your Astrological Sign May Not be What You Think It is di LiveScience pada 23 Oktober 2007 mengungkapkan rentang waktu zodiak dalam astrologi yang rata-rata 30 hari diperoleh dengan membagi sama panjang jalur lintasan semu Matahari sesuai jumlah 12 zodiak.
Dosen Program Studi Astronomi Institut Teknologi Bandung, Ferry M Simatupang, mengatakan, tingkat ketelitian pengamatan dan penghitungan benda langit 4.000 tahun lalu tentu jauh berbeda dengan kondisi sekarang. Kekurangakuratan penghitungan itulah yang membuat zodiak dalam astrologi berbeda dengan zodiak dalam astronomi.
Sejak digunakan tahun 3000 SM hingga kini, rentang waktu zodiak dalam astrologi tidak pernah mengalami koreksi, seperti yang dilakukan dalam astronomi. Perubahan kecil benda langit tidak akan tampak dalam rentang waktu tahunan, tetapi akan terlihat nyata bedanya dalam rentang waktu puluhan hingga ribuan tahun.
Pergeseran zodiak
Titik nol di garis ekliptika yang menjadi awal penentuan zodiak disebut sebagai Titik Aries karena titik tersebut berada di arah rasi Aries. Keberadaan Titik Aries ini sudah diketahui sejak 600 SM.
Dalam astronomi, Titik Aries menjadi perpotongan antara bidang ekliptika dan garis ekuator langit. Titik ini menjadi awal gerak semu Matahari di belahan langit utara serta penanda awal musim semi di belahan Bumi utara. Matahari akan kembali berada di Titik Aries dalam waktu satu tahun.
Ahli kalender dari Program Studi Astronomi ITB yang juga mantan Kepala Observatorium Bosscha Moedji Raharto mengatakan, posisi Titik Aries ini mulai bergeser sejak tahun 100 SM. Saat itu, posisi Titik Aries tak lagi berada di rasi Aries, tetapi sudah berada di rasi Pisces. Pergeseran ini akan berlangsung hingga tahun 2700.
“Jadi, pergeseran rasi ini bukan terjadi baru-baru saja, tetapi sejak 2.100 tahun yang lalu,” ia menegaskan.
Selanjutnya, Titik Aries akan bergeser lagi menuju rasi Akuarius antara tahun 2700 hingga 4400, ke arah rasi Capricornus antara tahun 4400 hingga 6300, dan seterusnya.
“Rentang waktu zodiak akan terus berubah dengan periode sekitar 2.500 tahun,” ujarnya.
Pergeseran Titik Aries yang memicu perubahan rentang waktu zodiak terjadi akibat gerak presesi Bumi. Gerak presesi adalah gerak perputaran Bumi pada sumbunya ketika pada saat yang sama Bumi juga bergerak mengelilingi Matahari. Gerak ini mirip gerak gasing yang berputar miring sembari melintasi jalur melingkar.
Gerakan sumbu Bumi itu membuat posisi ekuator Bumi bergerak. Perubahan posisi ekuator Bumi itu akan turut mengubah posisi ekuator langit. Akibatnya, perpotongan antara garis ekliptika dan ekuator langit yang disebut Titik Aries itu akan turut bergeser.
Gerak presesi membuat posisi Titik Aries bergeser 50,2 detik busur per tahun ke arah barat koordinat langit. Titik Aries akan kembali ke lokasi awalnya setiap 25.800 tahun sekali.
“Titik Aries akan kembali ke arah rasi Aries sekitar 23.000 tahun lagi,” katanya.
Moedji menambahkan, pergeseran Titik Aries yang sangat kecil ini tidak bisa dideteksi dengan teknologi astronomi yang ada pada awal tahun Masehi. Perubahan posisi bintang mulai bisa dideteksi oleh astronom Muslim sekitar tahun 900 M-1500 M dengan menggunakan alat yang disebut sextant.
Dengan semakin majunya perkembangan ilmu astronomi, posisi benda-benda langit dapat dihitung dengan lebih akurat. Hasilnya, para astronom bisa mengukur waktu gerhana, gerak bintang, hingga waktu terbit dan tenggelamnya benda-benda langit dengan ketelitian tinggi.
Karena itu, perbedaan zodiak dalam astronomi dan astrologi tidak perlu dipertentangkan terus-menerus. Astronomi dan astrologi adalah dua hal yang berbeda walau memiliki akar sejarah keilmuan yang sama. Fenomena astronomi bisa dijelaskan sesuai metode ilmiah dan terukur, sedangkan astrologi sulit dibuktikan dengan metode ilmiah. Mau percaya atau tidak dengan ramalan bintang, itu adalah pilihan Anda.

Minggu, 02 Oktober 2011

nama rasi bintang dan artinya

Pada sidang umumnya yang pertama tahun 1922, Persatuan Astronomi Internasional (IAU) secara resmi mengadopsi daftar modern 88 rasi. Dalam sidang umum tersebut diputuskan juga penggunaan secara eksklusif nama latin dan singkatan dengan tiga huruf dalam penyebutannya.[1] Eugène Delporte kemudian ditunjuk untuk mendefinisikan batas-batas yang tegas untuk tiap rasi, sehingga setiap titik di langit pasti berada dalam wilayah satu rasi, dan tidak mungkin tumpang tindih dengan rasi yang lain.
Sebenarnya istilah rasi lebih tepat digunakan untuk mendefinisikan suatu daerah tertentu pada bola langit, namun istilah itu sudah digunakan secara luas untuk menyebut sebuah pola susunan bintang yang dikandung oleh daerah tersebut.

 Rasi modern


rasisingkatannama genitifasal usul namaarti
Andromeda
IPA: [ænˈdɹɑ.mə.də]
AndAndromedae
IPA: [ænˈdɹɑ.mə.di]
Yunani kuno (Ptolemaeus)putri Andromeda
Antlia
IPA: [ˈænt.li.ə]
AntAntliae
IPA: [ˈænt.li.i]
1763, Lacaillepompa air
Apus
IPA: [ˈei.pəs]
ApsApodis
IPA: [ˈæ.pə.dɪs]
1603, Uranometria,
ciptaan Keyser dan de Houtman
cendrawasih
Aquarius
IPA: [əˈkwe.ɹi.əs]
AqrAquarii
IPA: [əˈkwe.ɹi.ai]
Yunani kuno (Ptolemaeus)pembawa air
Aquila
IPA: [ˈæ.kwə.lə]
AqlAquilae
IPA: [ˈæ.kwə.li]
Yunani kuno (Ptolemaeus)elang
Ara
IPA: [ˈe.ɹə]
AraArae
IPA: [ˈe.ɹi]
Yunani kuno (Ptolemaeus)altar
Aries
IPA: [ˈe.ɹiz]
AriArietis
IPA: [əˈɹai.ə.tɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus)domba jantan
Auriga
IPA: [ɔˈɹai.gə]
AurAurigae
IPA: [ɔˈɹai.dʒi]
Yunani kuno (Ptolemaeus)sais kereta perang
Boötes
IPA: [bouˈou.tiz]
BooBoötis
IPA: [bouˈou.tɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus)penggembala
Caelum
IPA: [ˈsi.ləm]
CaeCaeli
IPA: [ˈsi.lai]
1763, Lacaillepahat
Camelopardalis
IPA: [ kʰəˌmɛ.ləˈpʰaɹ.də.lɪs]
CamCamelopardalis
IPA: [ kʰəˌmɛ.ləˈpʰaɹ.də.lɪs]
1624, Bartsch [2]jerapah
Cancer
IPA: [ˈkʰæn.sɚ]
CncCancri
IPA: [ˈkʰæŋ.kɹai]
Yunani kuno (Ptolemaeus)ketam
Canes Venatici
IPA: [ˈkʰei.niz vɪˈnæ.tə.sai]
CVnCanum Venaticorum
IPA: [ˈkʰei.nəm vɪˌnæ.təˈkʰo.ɹəm]
1690, Firmamentum Sobiescianum,
Hevelius
anjing-anjing
pemburu
Canis Major
IPA: [ˈkʰei.nɪs ˈmei.dʒɚ]
CMaCanis Majoris
IPA: [ˈkʰei.nɪs məˈdʒo.ɹɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus)anjing besar
Canis Minor
IPA: [ˈkʰei.nɪs ˈmai.nɚ]
CMiCanis Minoris
IPA: [ˈkʰei.nɪs mɪˈno.ɹɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus)anjing kecil
Capricornus
IPA: [ˌkʰæ.pɹəˈkʰɔɹ.nəs]
CapCapricorni
IPA: [ˌkʰæ.pɹəˈkʰɔɹ.nai]
Yunani kuno (Ptolemaeus)kambing laut
Carina
IPA: [kʰəˈɹai.nə]
CarCarinae
IPA: [kʰəˈɹai.ni]
1763, Lacaille,
dipisahkan dari Argo Navis
lunas kapal Argo
Cassiopeia
IPA: [ˌkʰæ.si.əˈpʰi.ə]
CasCassiopeiae
IPA: [ˌkʰæ.si.əˈpʰi.i]
Yunani kuno (Ptolemaeus)ratu Ethiopia
Centaurus
IPA: [sɛnˈtʰɔ.ɹəs]
CenCentauri
IPA: [sɛnˈtʰɔ.ɹai]
Yunani kuno (Ptolemaeus)Centaur
Cepheus
IPA: [ˈsi.fi.əs]
CepCephei
IPA: [ˈsi.fi.ai]
Yunani kuno (Ptolemaeus)raja Ethiopia
Cetus
IPA: [ˈsi.təs]
CetCeti
IPA: [ˈsi.taɪ]
Yunani kuno (Ptolemaeus)ikan paus
Chamaeleon
IPA: [kʰəˈmi.li.ən]
ChaChamaeleontis
IPA: [kʰəˌmi.liˈɑn.tɪs]
1603, Uranometria,
ciptaan Keyser dan de Houtman
bunglon
Circinus
IPA: [ˈsɝ.sə.nəs]
CirCircini
IPA: [ˈsɝ.sə.nai]
1763, Lacaillekompas
Columba
IPA: [kʰɵˈlʌm.bə]
ColColumbae
IPA: [kʰɵˈlʌm.bi]
1679, Royer,
dipisahkan dari Canis Major
merpati
Coma Berenices
IPA: [ˈkʰou.mə ˌbɛ.ɹəˈnai.siz]
ComComae Berenices
IPA: [ˈkʰou.mi ˌbɛ.ɹəˈnai.siz]
1603, Uranometria,
dipisahkan dari Leo
rambut Berenice
Corona Australis [3]
IPA: [kʰɵˈɹou.nə ɔˈstɹei.lɪs]
CrACoronae Australis
IPA: [kʰɵˈɹou.ni ɔˈstɹei.lɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus)mahkota selatan
Corona Borealis
IPA: [kʰɵˈɹou.nə ˌbo.ɹiˈei.lɪs]
CrBCoronae Borealis
IPA: [kʰɵˈɹou.ni ˌbo.ɹiˈei.lɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus)mahkota utara
Corvus
IPA: [ˈkʰɔɹ.vəs]
CrvCorvi
IPA: [ˈkʰɔɹ.vai]
Yunani kuno (Ptolemaeus)burung gagak
Crater
IPA: [ˈkʰɹei.tɚ]
CrtCrateris
IPA: [kʰɹəˈtʰi.ɹɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus)cangkir
Crux
IPA: [ˈkʰɹʌks]
CruCrucis
IPA: [ˈkʰɹu.sɪs]
1603, Uranometria,
dipisahkan dari Centaurus
salib selatan
Cygnus
IPA: [ˈsɪg.nəs]
CygCygni
IPA: [ˈsɪg.nai]
Yunani kuno (Ptolemaeus)angsa
Delphinus
IPA: [dɛlˈfai.nəs]
DelDelphini
IPA: [dɛlˈfai.nai]
Yunani kuno (Ptolemaeus)lumba-lumba
Dorado
IPA: [dɵˈɹei.dou]
DorDoradus
IPA: [dɵˈɹei.dəs]
1603, Uranometria,
ciptaan Keyser dan de Houtman
ikan todak
Draco
IPA: [ˈdɹei.kou]
DraDraconis
IPA: [dɹəˈkʰou.nɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus)naga
Equuleus
IPA: [ɪˈkʰwu.li.əs]
EquEquulei
IPA: [ɪˈkʰwu.li.ai]
Yunani kuno (Ptolemaeus)kuda kecil
Eridanus
IPA: [ɪˈɹɪ.də.nəs]
EriEridani
IPA: [ɪˈɹɪ.də.nai]
Yunani kuno (Ptolemaeus)sungai
Fornax
IPA: [ˈfɔɹ.næks]
ForFornacis
IPA: [fɔɹˈnei.sɪs]
1763, Lacailletungku
Gemini
IPA: [ˈdʒɛ.mə.nai]
GemGeminorum
IPA: [ˌdʒɛ.məˈno.rəm]
Yunani kuno (Ptolemaeus)kembar
Grus
IPA: [ˈgɹʌs]
GruGruis
IPA: [ˈgɹu.ɪs]
1603, Uranometria,
ciptaan Keyser dan de Houtman
burung bangau
Hercules
IPA: [ˈhɝ.kjə.liz]
HerHerculis
IPA: [ˈhɝ.kjə.lɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus)Hercules,
anak Zeus
Horologium
IPA: [ˌhɑ.ɹəˈlou.dʒi.əm]
HorHorologii
IPA: [ˌhɑ.ɹəˈlou.dʒi.ai]
1763, Lacaillejam
Hydra
IPA: [ˈhai.dɹə]
HyaHydrae
IPA: [ˈhai.dɹi]
Yunani kuno (Ptolemaeus)naga laut
Hydrus
IPA: [ˈhai.dɹəs]
HyiHydri
IPA: [ˈhai.dɹai]
1603, Uranometria,
ciptaan Keyser dan de Houtman
ular air
Indus
IPA: [ˈɪn.dəs]
IndIndi
IPA: [ˈɪn.dai]
1603, Uranometria,
ciptaan Keyser dan de Houtman
Indian
Lacerta
IPA: [ləˈsɝ.tə]
LacLacertae
IPA: [ləˈsɝ.ti]
1690, Firmamentum Sobiescianum,
Hevelius
kadal
Leo
IPA: [ˈli.ou]
LeoLeonis
IPA: [liˈou.nɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus)singa
Leo Minor
IPA: [ˈli.ou ˈmai.nɚ]
LMiLeonis Minoris
IPA: [liˈou.nɪs mɪˈno.ɹɪs]
1690, Firmamentum Sobiescianum,
Hevelius
singa kecil
Lepus
IPA: [ˈli.pəs]
LepLeporis
IPA: [ˈlɛ.pə.ɹɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus)kelinci
Libra
IPA: [ˈlai.bɹə]
LibLibrae
IPA: [ˈlai.bɹi]
Yunani kuno (Ptolemaeus)timbangan
Lupus
IPA: [ˈlu.pəs]
LupLupi
IPA: [ˈlu.pai]
Yunani kuno (Ptolemaeus)serigala
Lynx
IPA: [ˈlɪŋks]
LynLyncis
IPA: [ˈlɪn.sɪs]
1690, Firmamentum Sobiescianum,
Hevelius
lynx
Lyra
IPA: [ˈlai.ɹə]
LyrLyrae
IPA: [ˈlai.ɹi]
Yunani kuno (Ptolemaeus)sejenis kecapi
Mensa
IPA: [ˈmɛn.sə]
MenMensae
IPA: [ˈmɛn.si]
1763, Lacaillemeja
Microscopium
IPA: [ˌmai.kɹəˈskou.pi.əm]
MicMicroscopii
IPA: [ˌmai.kɹəˈskou.pi.ai]
1763, Lacaillemikroskop
Monoceros
IPA: [mɵˈnɑ.sə.ɹɑs]
MonMonocerotis
IPA: [mɵˌnɑ.səˈɹou.tɪs]
1624, Bartschkuda bertanduk
Musca
IPA: [ˈmʌ.skə]
MusMuscae
IPA: [ˈmʌ.si]
1603, Uranometria,
ciptaan Keyser dan de Houtman
lalat
Norma
IPA: [nɔɹˈmə]
NorNormae
IPA: [nɔɹˈmi]
1763, Lacailletimbangan datar
Octans
IPA: [ˈɑk.tænz]
OctOctantis
IPA: [ɑkˈtʰæn.tɪs]
1763, Lacailleoktan
Ophiuchus
IPA: [ˌou.fiˈju.kəs]
OphOphiuchi
IPA: [ˌou.fiˈju.kaɪ]
Yunani kuno (Ptolemaeus)tangan naga
Orion
IPA: [ɵˈɹai.ən]
OriOrionis
IPA: [ˌo.ɹiˈou.nɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus)pemburu
Pavo
IPA: [ˈpʰei.vou]
PavPavonis
IPA: [pʰəˈvou.nɪs]
1603, Uranometria,
ciptaan Keyser dan de Houtman
merak
Pegasus
IPA: [ˈpʰɛ.gə.səs]
PegPegasi
IPA: [ˈpʰɛ.gə.sai]
Yunani kuno (Ptolemaeus)kuda bersayap
Perseus
IPA: [ˈpʰɝ.sjus]
PerPersei
IPA: [ˈpʰɝ.si.ai]
Yunani kuno (Ptolemaeus)Perseus
Phoenix
IPA: [ˈfi.nɪks]
PhePhoenicis
IPA: [fɪˈnai.sɪs]
1603, Uranometria,
ciptaan Keyser dan de Houtman
Phoenix
Pictor
IPA: [ˈpʰɪk.tɚ]
PicPictoris
IPA: [pʰɪkˈtʰo.ɹɪs]
1763, Lacaillekuda-kuda
Pisces
IPA: [ˈpʰai.siz]
PscPiscium
IPA: [ˈpʰɪ.ʃi.əm]
Yunani kuno (Ptolemaeus)ikan
Piscis Austrinus
IPA: [ˈpʰai.sɪs ɔˈstɹai.nəs]
PsAPiscis Austrini
IPA: [ˈpʰai.sɪs ɔˈstɹai.nai]
Yunani kuno (Ptolemaeus)ikan selatan
Puppis
IPA: [ˈpʰʌ.pɪs]
PupPuppis
IPA: [ˈpʰʌ.pɪs]
1763, Lacaille,
dipisahkan dari Argo Navis
buritan kapal Argo
Pyxis
IPA: [ˈpʰɪk.sɪs]
PyxPyxidis
IPA: [ˈpʰɪk.sədɪs]
1763, Lacaillekompas kapal Argo
Reticulum
IPA: [ɹɪˈtʰɪ.kjə.ləm]
RetReticuli
IPA: [ɹɪˈtʰɪk.jə.lai]
1763, Lacaillejaring
Sagitta
IPA: [səˈdʒɪ.tə]
SgeSagittae
IPA: [səˈdʒɪ.ti]
Yunani kuno (Ptolemaeus)anak panah
Sagittarius
IPA: [ˌsæ.dʒəˈtʰe.ɹi.əs]
SgrSagittarii
IPA: [ˌsæ.dʒəˈtʰe.ɹi.ai]
Yunani kuno (Ptolemaeus)pemanah
Scorpius
IPA: [ˈskɔɹ.pi.əs]
ScoScorpii
IPA: [ˈskɔɹ.pi.ai]
Yunani kuno (Ptolemaeus)kalajengking
Sculptor
IPA: [ˈskʌlp.tɚ]
SclSculptoris
IPA: [skʌlpˈtʰo.ɹɪs]
1763, Lacaillealat pemahat
Scutum
IPA: [ˈskju.təm]
SctScuti
IPA: [ˈskju.tai]
1690, Firmamentum Sobiescianum,
Hevelius
perisai
Serpens [4]
IPA: [ˈsɝ.pɛnz]
SerSerpentis
IPA: [sɝˈpʰɛn.tɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus)ular
Sextans
IPA: [ˈsɛk.stænz]
SexSextantis
IPA: [sɛkˈstæn.tɪs]
1690, Firmamentum Sobiescianum,
Hevelius
sekstan
Taurus
IPA: [ˈtʰɔ.ɹəs]
TauTauri
IPA: [ˈtʰɔ.ɹai]
Yunani kuno (Ptolemaeus)lembu jantan
Telescopium
IPA: [ˌtʰɛ.ləˈskou.pi.əm]
TelTelescopii
IPA: [ˌtʰɛ.ləˈskou.pi.ai]
1763, Lacailleteleskop
Triangulum
IPA: [tʰɹaiˈæŋ.gjə.ləm]
TriTrianguli
IPA: [tʰɹaiˈæŋ.gjə.lai]
Yunani kuno (Ptolemaeus)segitiga
Triangulum Australe
IPA: [tʰɹaiˈæŋ.gjə.ləm ɔˈstrɹei.li]
TrATrianguli Australis
IPA: [tʰɹaiˈæŋ.gjə.lai ɔˈstɹei.lɪs]
1603 Uranometria,
ciptaan Keyser dan de Houtman
segitiga selatan
Tucana
IPA: [tʰjʊˈkʰei.nə]
TucTucanae
IPA: [tʰjʊˈkʰei.ni]
1603 Uranometria,
ciptaan Keyser dan de Houtman
burung tukan
Ursa Major
IPA: [ˈɝ.sə ˈmei.dʒɚ]
UMaUrsae Majoris
IPA: [ˈɝ.si məˈdʒo.ɹɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus)beruang besar
Ursa Minor
IPA: [ˈɝ.sə ˈmai.nɚ]
UMiUrsae Minoris
IPA: [ˈɝ.si mɪˈno.ɹɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus)beruang kecil
Vela
IPA: [ˈvi.lə]
VelVelorum
IPA: [vɪˈlo.ɹəm]
1763, Lacaille,
dipisahkan dari Argo Navis
layar kapal Argo
Virgo
IPA: [ˈvɝ.gou]
VirVirginis
IPA: [ˈvɝ.dʒə.nɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus)sang perawan
Volans
IPA: [ˈvou.lænz]
VolVolantis
IPA: [vɵˈlæn.tɪs]
1603, Uranometria,
ciptaan Keyser dan de Houtman
ikan terbang
Vulpecula
IPA: [vʌlˈpʰɛ.kjə.lə]
VulVulpeculae
IPA: [vʌlˈpʰɛ.kjə.li]
1690, Firmamentum Sobiescianum,
Hevelius
rubah

ophiocus sang pembawa ular

wah..temen temen....
selama ini kita tahu kan kalau rasi bintang yang digunakan untuk ramalan zodiak hanya ada 12
ternyata ada 1 lagi loh...
dia adalah ophiocus,sang pembawa ular
yuk kita simak si ophiocus

Beberapa waktu lalu, masyarakat terutama para remaja putri, dihebohkan dengan munculnya zodiak baru dalam dunia ramalan bintang. Zodiak ketiga belas itu adalah Ophiuchus. Banyak di antara mereka yang memperdebatkan tentang pergeseran zodiak yang mungkin mereka alami. Bahkan ada pula yang merasakan karakternya berubah karena zodiaknya berubah menjadi Ophiuchus. Nah, bagaimana tinjauan astronomi mengenai hal ini?
Zodiak secara etimologi berasal dari kata Yunani, Zoodiacos Cyclos, yang artinya Lingkaran Hewan. Dalam ranah astronomi, zodiak adalah sebuah sabuk khayal di langit dengan lebar 18 derajat yang berpusat pada garis ekliptika. Akan tetapi istilah ini dapat merujuk pada rasi-rasi bintang yang dilewati oleh sabuk tersebut. Jika diamati dari bumi, semua benda tata surya, yaitu planet, bulan, dan matahari, beredar di bola langit mengelilingi garis ekliptika. Berbeda dari rasi-rasi bintang lainnya, ketiga belas rasi bintang yang kita kenal sebagai zodiak berada di sepanjang garis ekliptika. Dengan kata lain, zodiak adalah semua rasi bintang yang berada di sepanjang garis ekliptika.
Penetapan ulang batas rasi bintang oleh International Astronomical Union (IAU) pada tahun 1930 membuat garis ekliptika sekarang melintasi 13 rasi bintang : 12 ‘rasi bintang zodiak’ kuno plus Ophiuchus, yang mana bagian dasarnya menyelip antara Scorpio dan Sagittarius.

Peta bintang abad ke-18 mengilustrasikan bagaimana kaki Ophiuchus melintasi garis ekliptika. Credit: inquisitr.com
Ophiuchus merupakan sebuah rasi bintang besar yang terletak di sekitar celestial equator. Namanya berasal dari kata Yunani yang artinya pemegang ular (serpent-bearer), dan karenanya sering digambarkan sebagai seorang laki-laki yang menggenggam ular yang merepresentasikan rasi bintang Serpens. Ophiuchus adalah satu dari 48 rasi yang didaftar oleh Ptolemeus, dan satu dari 88 rasi bintang modern.
Rasi Ophiuchus terletak antara rasi Aquila, Serpens, dan Hercules, di barat daya pusat galaksi Bima Sakti. Bagian selatan dari rasi ini berbatasan dengan rasi Scorpio di sebelah barat dan Sagittarius di sebelah timur. ‘Badan’ Ophiuchus membagi rasi bintang ular Serpens menjadi dua, yaitu bagian kepala atau Serpens Caput  dan bagian ekor atau Serpens Cauda, yang walaupun demikian tetap dihitung sebagai satu rasi Serpens.

Boundaries atau Wilayah Rasi Ophiuchus. Credit : IAU Sky&Telescope
Bintang paling terang di rasi Ophiuchus adalah a Ophiuchi atau Rasalhague, berasal dari kata Arab yang artinya Kepala Sang Pawang Ular. Bintang terterang lainnya adalah ? Ophiuchi yang memiliki nama lain Sabik.Di rasi Ophiuchus ini juga terdapat  bintang Barnard, salah satu bintang terdekat ke tata surya. Bintang lain yang lebih dekat ke tata surya kita adalah system bintang ganda Alpha Centauri serta Proxima Centauri yang merupakan bagian dari rasi Centaurus.

Rasi Ophiuchus terlihat di langit malam. Credit: wikipedia.org
Pada tahun 2005, astronom menggunakan data dari Green Bank Telescope menemukan superbubble yang sangat besar yang terletak di luar bifang galaksi, yang kemudian dinamakan Ophiuchus Superbubble.
Pada bulan April 2007, astronom mengumumkan bahwa satelit Odin buatan Swedia berhasil meneteksi awan molekul oksigen di ruang angkasa setelah melakukan observasi pada rasi Opiuchus. Pada tahun 2009 diumumkan bahwa sebuah bintang di rasi Opiuchus, GJ 1214, mengalami peredupan siklik berulang dengan periode sekitar 1,5 hari yang sejalan dengan transit planet orbit kecil. Densitas planet yang rendah (sekitar 40% dari bumi) menandakan bahwa planet tersebut mungkin memiliki komponen substansial gas berdensitas rendah, kemungkinan hydrogen atau uap. Dengan jarak hanya 42 tahun cahaya dari bumi, bintang ini menjadi target yang memungkinkan untuk observasi astronomi lebih jauh.
Beberapa cluster terdapat di rasi Ophiuchus, seperti  IC 4665, NGC 6633, M9, M10, M12, M14, M19, M62, M107. Nebula IC 4603-4604 serta sisa merger galaksi NGC 6240 juga terletak di rasi ini. Pada tahun 2006, sebuah cluster bintang baru, Mamajek 2,  ditemukan terkait dengan bintang bermagnitude 4 Mu Ophiuchi.
Menurut mitos Romawi, gambar laki-laki rasi Opiuchus merepresentasikan Asclepius Sang Penyembuh. Dia mempelajari rahasia menyimpan kematian di sebuah teluk setelah mengamati seekor ular membawa herbal penyembuh lainnya. Untuk mencegah semua ras manusia hidup kekal di bawah perawatan Asclepius, Zeus membunuhnya dengan kilat, tetapi kemudian meletakkan gambarnya di langit untuk menghargai jasa baiknya.

daftar rasi bintang menurut luas

Berikut ini adalah 88 rasi bintang modern berdasarkan luasnya di langit, diukur dalam derajat persegi.

 


<><>
<>↓
<><>
Urutan KeluargaSingkatanNamaLuasPersentaseAsensio RektaDeklinasiKuadran
01HerHYAHydra1302,8443,16% 11j 36m 44d -14° 31′ 55″SQ2
02ZodVIRVirgo1294,4283,14% 13j 24m 23d -04° 09′ 31″SQ3
03UrsUMAUrsa Major1279,6603,10% 11j 18m 46d +50° 43′ 16″NQ2
04PerCETCetus1231,4112,99% 01j 40m 06d -07° 10′ 46″SQ1
05HerHERHercules1225,1482,97% 17j 23m 10d +27° 29′ 56″NQ3
06WatERIEridanus1137,9192,76% 03j 18m 01d -28° 45′ 22″SQ1
07PerPEGPegasus1120,7942,72% 22j 41m 50d +19° 27′ 59″NQ4
08UrsDRADraco1082,9522,63% 15j 08m 38d +67° 00′ 24″NQ3
09HerCENCentaurus1060,4222,57% 13j 04m 16d -47° 20′ 43″SQ3
10ZodAQRAquarius979,8542,38% 22j 17m 23d -10° 47′ 21″SQ4
11HerOPHOphiuchus948,3402,30% 17j 23m 41d -07° 54′ 44″SQ3
12ZodLEOLeo946,9642,30% 10j 40m 02d +13° 08′ 19″NQ2
13UrsBOOBoötes906,8312,20% 14j 42m 32d +31° 12′ 10″NQ3
14ZodPSCPisces889,4172,16% 00j 28m 58d +13° 41′ 14″NQ1
15ZodSGRSagittarius867,4322,10% 19j 05m 54d -28° 28′ 37″SQ4
16HerCYGCygnus803,9831,95% 20j 35m 16d +44° 32′ 42″NQ4
17ZodTAUTaurus797,2491,93% 04j 42m 08d +14° 52′ 38″NQ1
18UrsCAMCamelopardalis756,8281,83% 08j 51m 22d +69° 22′ 53″NQ2
19PerANDAndromeda722,2781,75% 00j 48m 28d +37° 25′ 55″NQ1
20WatPUPPuppis673,4341,63% 07j 15m 29d -31° 10′ 38″SQ2
21PerAURAuriga657,4381,59% 06j 04m 25d +42° 01′ 41″NQ2
22HerAQLAquila652,4731,58% 19j 40m 01d +03° 24′ 41″NQ4
23HerSERSerpens636,9281,54% 16j 57m 02d +06° 07′ 19″NQ3
24PerPERPerseus614,9971,49% 03j 10m 30d +45° 00′ 47″NQ1
25PerCASCassiopeia598,4071,45% 01j 19m 10d +62° 11′ 02″NQ1
26OriORIOrion594,1201,44% 05j 34m 35d +05° 56′ 58″NQ1
27PerCEPCepheus587,7871,42% 22j 00m 00d +71° 00′ 31″NQ4
28UrsLYNLynx545,3861.32% 07j 59m 32d +47° 28′ 00″NQ2
29ZodLIBLibra538,0521,30% 15j 11m 54d -15° 14′ 05″SQ3
30ZodGEMGemini513,7611,25% 07j 04m 14d +22° 36′ 01″NQ2
31ZodCNCCancer505,8721,23% 08j 38m 58d +19° 48′ 21″NQ2
32WatVELVela499,6491,21% 09j 34m 38d -47° 10′ 02″SQ2
33ZodSCOScorpius496,7831,20% 16j 53m 14d -27° 01′ 53″SQ3
34WatCARCarina494,1841,20% 08j 41m 52d -63° 13′ 10″SQ2
35OriMONMonoceros481,5691,17% 07j 03m 38d +00° 16′ 56″NQ2
36LacSCLSculptor474,7641,15% 00j 26m 17d -32° 05′ 18″SQ1
37BayPHEPhoenix469,3191,14% 00j 55m 55d -48° 34′ 50″SQ1
38UrsCVNCanes Venatici465,1941,13% 13j 06m 58d +40° 06′ 07″NQ3
39ZodARIAries441,3951,07% 02j 38m 10d +20° 47′ 32″NQ1
40ZodCAPCapricornus413,9471,00% 21j 02m 56d -18° 01′ 23″SQ4
41LacFORFornax397,5020,96% 02j 47m 53d -31° 38′ 04″SQ1
42UrsCOMComa Berenices386,4750,94% 12j 47m 16d +23° 18′ 20″NQ3
43OriCMACanis Major380,1180,92% 06j 49m 44d -22° 08′ 26″SQ2
44BayPAVPavo377,6660,92% 19j 36m 43d -65° 46′ 53″SQ4
45BayGRUGrus365,5130,89% 22j 27m 35d -46° 21′ 07″SQ4
46HerLUPLupus333,6830,81% 15j 13m 13d -42° 42′ 32″SQ3
47HerSEXSextans313,5150,76% 10j 16m 17d -02° 36′ 53″SQ2
48BayTUCTucana294,5570,71% 23j 46m 38d -65° 49′ 48″SQ4
49BayINDIndus294,0060,71% 21j 58m 20d -59° 42′ 24″SQ4
50LacOCTOctans291,0450,71% 23j 00m 00d -82° 09′ 07″SQ4
51OriLEPLepus290,2910,70% 05j 33m 57d -19° 02′ 47″SQ1
52HerLYRLyra286,4760,69% 18j 51m 10d +36° 41′ 22″NQ4
53HerCRTCrater282,3980,68% 11j 23m 45d -15° 55′ 44″SQ2
54WatCOLColumba270,1840,65% 05j 51m 46d -35° 05′ 40″SQ1
55HerVULVulpecula268,1650,65% 20j 13m 53d +24° 26′ 34″NQ4
56UrsUMIUrsa Minor255,8640,62% 15j 00m 00d +77° 41′ 59″NQ3
57LacTELTelescopium251,5120,61% 19j 19m 32d -51° 02′ 13″SQ4
58LacHORHorologium248,8850,60% 03j 16m 34d -53° 20′ 11″SQ1
59LacPICPictor246,7390,60% 05j 42m 28d -53° 28′ 27″SQ1
60WatPSAPiscis Austrinus245,3750,59% 22j 17m 04d -30° 38′ 32″SQ4
61BayHYIHydrus243,0350,59% 02j 20m 39d -69° 57′ 23″SQ1
62LacANTAntlia238,9010,58% 10j 16m 26d -32° 29′ 01″SQ2
63HerARAAra237,0570,57% 17j 22m 29d -56° 35′ 18″SQ3
64UrsLMILeo Minor231,9560,56% 10j 14m 43d +32° 08′ 05″NQ2
65WatPYXPyxis220,8330,54% 08j 57m 10d -27° 21′ 06″SQ2
66LacMICMicroscopium209,5130,51% 20j 57m 53d -36° 16′ 29″SQ4
67BayAPSApus206,3270,50% 16j 08m 39d -75° 18′ 00″SQ3
68PerLACLacerta200,6880,49% 22j 27m 41d +46° 02′ 31″NQ4
69WatDELDelphinus188,5490,46% 20j 41m 37d +11° 40′ 16″NQ4
70HerCRVCorvus183,8010,45% 12j 26m 31d -18° 26′ 12″SQ3
71OriCMICanis Minor183,3670,44% 07j 39m 10d +06° 25′ 38″NQ2
72BayDORDorado179,1730,43% 05j 14m 31d -59° 23′ 13″SQ1
73UrsCRBCorona Borealis178,7100,43% 15j 50m 35d +32° 37′ 29″NQ3
74LacNORNorma165,2900,40% 15j 54m 11d -51° 21′ 05″SQ3
75LacMENMensa153,4840,37% 05j 24m 54d -77° 30′ 14″SQ1
76BayVOLVolans141,3540,34% 07j 47m 44d -69° 48′ 04″SQ2
77BayMUSMusca138,3550,34% 12j 35m 17d -70° 09′ 40″SQ3
78PerTRITriangulum131,8470,32% 02j 11m 04d +31° 28′ 34″NQ1
79BayCHAChamaeleon131,5920,32% 10j 41m 32d -79° 12′ 18″SQ2
80HerCRACorona Australis127,6960,31% 18j 38m 47d -41° 08′ 51″SQ4
81LacCAECaelum124,8650,30% 04j 42m 16d -37° 52′ 54″SQ1
82LacRETReticulum113,9360,28% 03j 55m 16d -59° 59′ 51″SQ1
83HerTRATriangulum Australe109,9780,27% 16j 04m 57d -65° 23′ 17″SQ3
84HerSCTScutum109,1140,26% 18j 40m 23d -09° 53′ 19″SQ4
85LacCIRCircinus93,3530,23% 14j 34m 32d -63° 01′ 49″SQ3
86HerSGESagitta79,9320,19% 19j 39m 03d +18° 51′ 41″NQ4
87WatEQUEquuleus71,6410,17% 21j 11m 16d +07° 45′ 29″NQ4
88HerCRUCrux68,4470,17% 12j 26m 59d -60° 11′ 11″SQ3